MANUSIA DAN KEGELISAHAN
7.1 PENGERTIAN KEGELIASAHAN
Kegelisahan merupakan
hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya,merasa
khawatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar ataupun dalamm
kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat
diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang yang pada umunya
gerakan tersebut lain dari biasanya,misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang
tertentu sambil menundukkan kepala,malas bicara,dll.
Dalam kehidupan
sehari-hari,kegelisahan juga diartikan kecemasan,kekhawatiran ataupun
ketakutan,yang berkaitan juga dengan masalah frustasi. Secara definisi dapat
disebutkan,bahwa seserang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak
tercapai.
Sigmund Freud
berpendapat bahwa ada tiga kecemasan yang menimpa manusia,yaitu :
1.
Kecemasan
obyektif
Kecemasan ini adalah suatu pengalaman perasaan
sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah
sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.
Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan,dalam
arti kata,bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia
berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari
llingkunganya.
2.
Kecemasan
neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang
bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud,kecemasan ini dibagi tga
macam,yakni :
(1)
Kecemasan yang
timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang
takut akan bayangannya sendiri sehingga menekan dan menguasai ego.
(2)
Bentuk ketakutan
yang tenggang dan irrasional (phobia). Bentuk khusu phobia adalah intensitas
ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakuti.
(3)
Rasa takut lain
ialah gugup,gagap,dsb. Reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada
provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri untuk
memebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan
jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki meskipun ego dan super ego
melarangnya.
3.
Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.
Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain
iri,benci,dendam,dengki,marah,gelisah,cinta,rasa kurang.
Rasa iri,benci,dengki dan dendam itu merupakan
sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang
kurang sehat. Oleh karena itu sering alas an untuk iri,benci,dengki itu kurang
dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak
terpuji,bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir,takut,cemas,gelisah
dan putus asa. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik,maka dalam
pergaulannya ia terbatas kalau tidak ia tersisihkan,sementara itu ia pun tidak
berprestasi dalam berbagai kegiatan,sehingga kawan-kawannya lebih di nilai
sebagai lawan. Ketidakmampuannya menyaman kawan-kawnnya demikian menimbulkan
kecemasan moril.
7.2 SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila
kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman
dari lua maupun ancaman dari dalam.
Contoh:
Bila ada suatu tanda
bahaya(bahaya banjir,gunung meletus,perampokan),orang tentu akan gelisah. Hal
itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang
sekaligus, misalnya hak hidup,hak milik,hak memperoleh perlindungan,hak
kemerdekaan hidup dan mungkin hak nama baik. Kalo misalnya kentongan dipukul
terus menerus dan disambung bersaut-sautan makin lama makin dekat,tentu orang-orang
akan gelisah. Gerangan apakah yang akan terjadi? Meskipun berita peristiwa
belum ada tetapi yang jelas itu tanda bahaya.
7.3 USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini
pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri,yaitu kita harus bersikap
tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,sehingga segala
kesulitan dapat kita atasi.
7.4
KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata
terasing ,dan kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing sendiri,tidak
dikenal orang,sehingga kata terasing berarti,tersisihkan dari
pergaulan,terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi kata keterasingan
berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan,terpecil atau
terpisah dari yang lain.
Orang yang bersikap angkuh,sombong,besar
kepala,tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan
masyarakat,karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh
masyarakat.
Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga
membuat keterasingan. Dalam hal ini bukan masyarakat yang membuat orang itu
terasing,melainkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan atau karena membuat
kesalahan.
7.5
KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang
berarti sunyi atau lengang,sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang,tidak
berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian,karena kesepian bagian dari
hidup manusia,lama rasa sepi itu
bergantung kepada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Kesepian itu bermacam-macam
penyebabnya. Seperti,frustasi dapat meningkatkan kesepian. Dalam hal seperti
itu orang tidak mau diganggu,ia lebih senang dengan keadaan sepi,tidak suka
bergaul dan sebgainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
7.6
SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTISN
Orang yang pikirannya terganggu
tidak dapat lagi berpikir secara teratur,apalagi mangambil kesimpulan. Beberapa
sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti adalah:
1. Obsesi
2. Phobia
3. Kompulasi
4. Hysteria
5. Delusi
6. Halusinasi
7. Keadaan emosi
7.7
USAHA
PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik,atau
kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan
keadaan itu bergantung kepada mental si penderita
Bila penyebabnya jelas,misalnya rindu,obatnya mudah,yaitu
dpertemukan dengan yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari
sedikit sehingga tidak takut lagi. Atau dianjurkan ke psikolog.
CONTOH KASUS
Kegelisahan Dalam
Menghadapi Kemiskinan
Amerika Serikat
sebagainegara maju pernah menghadapi masalah
kemiskinan, terutama pada masa resesi ekonomi tahun 1930-an. Bahkan, tahun
1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia.
Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan, Amerika Serikat juga telah
banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu
tercatat sebanyak 32 juta orang atau 1/6 dari jumlah penduduknya tergolong
miskin.
Bank Dunia (World Bank) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dariindividu terhadap sejumlah aset yang penting dalam menunjang kehidupan, yakni aset dasar kehidupan (misalnya kesehatan dan ketrampilan/pengetahuan), aset
alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan), aset fisik (misalnya modal,
sarana produksi dan infrastruktur), aset keuangan (misalnya kredit bank dan
pinjaman lainnya) dan aset sosial (misalnya jaminan sosial dan hak-hak
politik). Ketiadaan akses dari satu atau lebih dari aset-aset diatas adalah
penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan dan menyebabkan suatu
kegelisahan.
Dari perspektif lapangan kerja, gambaran umum solusi untuk mengatasi kegelisahan dalammenghadapi kemiskinan dengan membuka akses bagi individu pada seluruh sumber daya. Misalnya, dengan memberikan akses bagi individu miskin pada ketersediaan lahan olahan ditambah dengan skema pinjaman yang menarik dan ketersediaan infrastruktur yang diperlukan, akan memungkinkan individu miskin tersebut untuk meningkatkan produktifitasnya sehingga dalam waktu tertentu dapat diharapkan individu miskin tersebut akan sanggup memenuhi kebutuhannya yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidupanya.
Namun selain membuka akses yang ada diatas, masih diperlukan satu langkah penting
lainnya untuk menghadapi kegelisahan kemiskinan, dengan memberikan jaminan
sosial kepada individu tertentu yang berhadapan dengan segenap keterbatasan
misalnya orang-orang cacat dan lanjut usia
kemiskinan, terutama pada masa resesi ekonomi tahun 1930-an. Bahkan, tahun
1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia.
Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan, Amerika Serikat juga telah
banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu
tercatat sebanyak 32 juta orang atau 1/6 dari jumlah penduduknya tergolong
miskin.
Bank Dunia (World Bank) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dariindividu terhadap sejumlah aset yang penting dalam menunjang kehidupan, yakni aset dasar kehidupan (misalnya kesehatan dan ketrampilan/pengetahuan), aset
alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan), aset fisik (misalnya modal,
sarana produksi dan infrastruktur), aset keuangan (misalnya kredit bank dan
pinjaman lainnya) dan aset sosial (misalnya jaminan sosial dan hak-hak
politik). Ketiadaan akses dari satu atau lebih dari aset-aset diatas adalah
penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan dan menyebabkan suatu
kegelisahan.
Dari perspektif lapangan kerja, gambaran umum solusi untuk mengatasi kegelisahan dalammenghadapi kemiskinan dengan membuka akses bagi individu pada seluruh sumber daya. Misalnya, dengan memberikan akses bagi individu miskin pada ketersediaan lahan olahan ditambah dengan skema pinjaman yang menarik dan ketersediaan infrastruktur yang diperlukan, akan memungkinkan individu miskin tersebut untuk meningkatkan produktifitasnya sehingga dalam waktu tertentu dapat diharapkan individu miskin tersebut akan sanggup memenuhi kebutuhannya yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidupanya.
Namun selain membuka akses yang ada diatas, masih diperlukan satu langkah penting
lainnya untuk menghadapi kegelisahan kemiskinan, dengan memberikan jaminan
sosial kepada individu tertentu yang berhadapan dengan segenap keterbatasan
misalnya orang-orang cacat dan lanjut usia
Sumber :
Ilmu budaya dasar
E-book.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar