Selasa, 22 November 2016

BAB 7 : MANUSIA DAN KEGELISAHAN



Hasil gambar untuk CONTOH KASUSMANUSIA DAN KEGELISAHAN 

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

7.1  PENGERTIAN KEGELIASAHAN
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya,merasa khawatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar ataupun dalamm kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang yang pada umunya gerakan tersebut lain dari biasanya,misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala,malas bicara,dll.
Dalam kehidupan sehari-hari,kegelisahan juga diartikan kecemasan,kekhawatiran ataupun ketakutan,yang berkaitan juga dengan masalah frustasi. Secara definisi dapat disebutkan,bahwa seserang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Sigmund Freud berpendapat bahwa ada tiga kecemasan yang menimpa manusia,yaitu :
1.      Kecemasan obyektif
Kecemasan ini adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan,dalam arti kata,bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari llingkunganya.

2.      Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud,kecemasan ini dibagi tga macam,yakni :
(1)   Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang takut akan bayangannya sendiri sehingga menekan dan menguasai ego.
(2)   Bentuk ketakutan yang tenggang dan irrasional (phobia). Bentuk khusu phobia adalah intensitas ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakuti.
(3)   Rasa takut lain ialah gugup,gagap,dsb. Reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri untuk memebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki meskipun ego dan super ego melarangnya.
3.      Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain iri,benci,dendam,dengki,marah,gelisah,cinta,rasa kurang.
Rasa iri,benci,dengki dan dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alas an untuk iri,benci,dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji,bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir,takut,cemas,gelisah dan putus asa. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik,maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak ia tersisihkan,sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan,sehingga kawan-kawannya lebih di nilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menyaman kawan-kawnnya demikian menimbulkan kecemasan moril.

7.2 SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
            Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari lua maupun ancaman dari dalam.
            Contoh:
Bila ada suatu tanda bahaya(bahaya banjir,gunung meletus,perampokan),orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup,hak milik,hak memperoleh perlindungan,hak kemerdekaan hidup dan mungkin hak nama baik. Kalo misalnya kentongan dipukul terus menerus dan disambung bersaut-sautan makin lama makin dekat,tentu orang-orang akan gelisah. Gerangan apakah yang akan terjadi? Meskipun berita peristiwa belum ada tetapi yang jelas itu tanda bahaya.

7.3  USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
            Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri,yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

7.4 KETERASINGAN
            Keterasingan berasal dari kata terasing ,dan kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing sendiri,tidak dikenal orang,sehingga kata terasing berarti,tersisihkan dari pergaulan,terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan,terpecil atau terpisah dari yang lain.
            Orang yang bersikap angkuh,sombong,besar kepala,tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat,karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh masyarakat.
Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat keterasingan. Dalam hal ini bukan masyarakat yang membuat orang itu terasing,melainkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan atau karena membuat kesalahan.
7.5 KESEPIAN
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang,sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang,tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian,karena kesepian bagian dari hidup  manusia,lama rasa sepi itu bergantung kepada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
            Kesepian itu bermacam-macam penyebabnya. Seperti,frustasi dapat meningkatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu,ia lebih senang dengan keadaan sepi,tidak suka bergaul dan sebgainya. Ia lebih senang hidup sendiri.

7.6 SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTISN
            Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur,apalagi mangambil kesimpulan. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti adalah:
1.      Obsesi
2.      Phobia
3.      Kompulasi
4.      Hysteria
5.      Delusi
6.      Halusinasi
7.      Keadaan emosi

7.7    USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik,atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita
            Bila penyebabnya jelas,misalnya rindu,obatnya mudah,yaitu dpertemukan dengan yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit sehingga tidak takut lagi. Atau dianjurkan ke psikolog.



CONTOH KASUS  
Kegelisahan Dalam Menghadapi Kemiskinan



Amerika Serikat sebagainegara maju  pernah menghadapi masalah
kemiskinan, terutama pada masa resesi ekonomi tahun 1930-an. Bahkan, tahun
1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia.
Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan, Amerika Serikat juga telah
banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu
tercatat sebanyak 32 juta orang atau 1/6 dari jumlah penduduknya tergolong
miskin.
Bank Dunia (World Bank) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dariindividu terhadap sejumlah aset yang penting dalam menunjang kehidupan, yakni aset dasar kehidupan (misalnya kesehatan dan ketrampilan/pengetahuan), aset
alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan), aset fisik (misalnya modal,
sarana produksi dan infrastruktur), aset keuangan (misalnya kredit bank dan
pinjaman lainnya) dan aset sosial (misalnya jaminan sosial dan hak-hak
politik). Ketiadaan akses dari satu atau lebih dari aset-aset diatas adalah
penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan dan menyebabkan suatu
kegelisahan.
Dari perspektif lapangan kerja, gambaran umum solusi untuk mengatasi kegelisahan dalammenghadapi kemiskinan dengan membuka akses bagi individu pada seluruh sumber daya. Misalnya, dengan memberikan akses bagi individu miskin pada ketersediaan lahan olahan ditambah dengan skema pinjaman yang menarik dan ketersediaan infrastruktur yang diperlukan, akan memungkinkan individu miskin tersebut untuk meningkatkan produktifitasnya sehingga dalam waktu tertentu dapat diharapkan individu miskin tersebut akan sanggup memenuhi kebutuhannya yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidupanya.
Namun selain membuka akses yang ada diatas, masih diperlukan satu langkah penting
lainnya untuk menghadapi kegelisahan kemiskinan, dengan memberikan jaminan
sosial kepada individu tertentu yang berhadapan dengan segenap keterbatasan
misalnya orang-orang cacat dan lanjut usia




Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar