Senin, 17 April 2017

Tugas 2 : Perkembangbiakan Seksual & Aseksual

III.       Perkembangbiakan Seksual & Aseksual

Hasil gambar untuk perkembangbiakann aseksual dan seksual
a.      Penjelasan
Ø  Reproduksi Aseksual
Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi sel atau organisme tanpa serikat individu yang terpisah. Beberapa organisme bersel melakukan reproduksi aseksual dengan menyalin dan membelah diri melalui proses mitosis. Reproduksi aseksual bekerja dengan baik untuk organisme di lingkungan stabil yang tidak dapat mencari pasangan. Setiap organisme baru secara genetik identik dengan orang tua.
Ø  Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual adalah proses reproduksi sel atau organisme yang membutuhkan baik jantan dan betina. Kebanyakan mamalia, reptil, burung, serangga, dan ikan mereproduksi melalui reproduksi seksual. Reproduksi seksual dipraktekkan oleh sebagian besar organisme yang memiliki jantan dan betina dan dapat mencari jodoh. Hasil reproduksi seksual pada variasi genetik lebih besar dari reproduksi aseksual.
Karena kurangnya variasi genetik dalam reproduksi aseksual, populasi mereka lebih berisiko terhadap penyakit atau perubahan lingkungan. Organisme yang bereproduksi secara seksual, lebih mampu beradaptasi dengan tantangan ini. Ada beberapa spesies yang dikenal untuk mereproduksi baik secara aseksual dan seksual.

b.      Contoh
Ø  Perkembangbiakan Aseksual
o   Pembelahan kembar
Sel membelah membentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah sitoplasma yang sama. Dilakukan oleh hampir semua tumbuhan dan hewan tingkat rendah.
o   Kuncupan
Cara ini terdapat pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Inti sel membelah menjadi dua belah yang sama tetapi sitoplasmanya membelah tidak sama besar. Bagian yang kecil disebut kuncup.

o   Pembentukan spora
Spora adalah sel yang sangat kecil, diliputi dinding selulosa yang keras, biasanya terkumpul dalam struktur pembiakan yang disebut sporangium atau kotak spora. Jika sporangium pecah, spora-spora yang sangat kecil itu akan terbawa angin atau ke tempat-tempat lain tanpa mengalami kerusakan. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai maka akan tumbuh menjadi organisme baru.

o   Contoh : bakteri, cendawan, lumut, dan paku-pakuan.

Ø  Perkembangbiakan vegetatif
o   Perkembangbiakan melalui salah satu organ dari tumbuh makhluk hiudp yang kemudian diberi fungsi reproduksi. Organ yang berfungsi reproduksi tersebut dapat berupa akar, batang, daun, atau umbi. Sebagian besar tumbuh mengikuti cara ini. Keuntungan cara perkembangbiakan vegetatif ialah akan didapat individu baru yang identik dengan induknya.
                     -                    Stek : memotong bagian tanaman
o   Contoh :
o   tunas umbi = kentang, tales
o   tunas daun = cocor bebek
o   rhizoma= alang-alang
o   daun = begonia
o   mata = anggur
-                    Mencangkok
-                    Merunduk
-                    Penyambungan atau grafting
-                    Okulasi.


http://www.kelasipa.com/2015/02/sistem-perkembangbiakan-pada-hewan-reproduksi-aseksual-dan-seksual.html


Minggu, 16 April 2017

Tugas 2 : Asal Mula Kehidupan Di Bumi

II.  Asal Mula Kehidupan Di Bumi

      Tentunya kita sebagai manusia sering bertanya-tanya. “dari mana asal kehidupan di bumi?” pada hakikatnya jawaban atas pertanyaan it melahirkan banyak teori-teori tentang asal mula kehidupan di bumi, diantaranya adalah :
Ø  Teori Kreasi Khas (Special Creation)
Menyatakn bahwa kehidupan diciptakan oleh suatu zat supranatural.Teori menghubungkan kehidupan dengan hal mistik atau yang menyangkut dengan hal-hal ghaib.Teori mantap menyatakn bahwa kehidupan tidak memiliki asal-usul (keadaan mantap).Teori ini mempercayai bahwa kehidupan terjadi begitu saja tanpa sangkut paut denagn asal-usul.

Ø  Teori Kosmozoan
Menyatakn bahwa kehidupan berasal dari spora kehidupan yang datangnya dari luar angkasa.Pendapat ini lemah karna tidak ada bukti yang nyata dan konkrit.

Ø  Teori Generatio Spontanea
Menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta secara mendadak (spontan).

Ø  Teori Abiogenesis
Menyatakn bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup.Contoh ulat timbul sendirinya di bangkai tikus dan tikus muncul sendirinya dari gudang padi.Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup makhluk hidup sebelumnya.Maksudnya sudah ada makhluk awal yang sudah hidup lama, lalu makhluk tersebut memiliki keturunan sampai berlanjut hingga sekarang.

Ø  Teori naturalistik/Evolusi Organik/Neoabiogenesis/Oportunistik
Menyatakan bahwa kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan evolusi biologiberdasarkan pada konsep biologi modern. Perkembangan/pertumbuhan pada kimia dan biologi melalui proses panjang dan hal tersebut menghasilkan sebuah perubahan, dan perubahan tersebut menjadi makhluk hidup.


Adapun teori-teori yang berpendapat mengenai asal-usul kehidupan :
1.      Aristoteles
Aristoteles menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea).Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan lainnya.Teori dianut oleh banyak orang selama beberapa abad.
2.      Pasteur
Pasteur menyatakan makhluk hidup sebagai berikut :
“Omne Vivum Ex Ovo, omne Ovum ex Vivo, Omne Vivum Ex Vivo’’ yang berarti makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
3.      Teori Dentuman besar / Big Bang
Teori Big Bang menyatakan bahwa “seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak sxehingga seluruh materi mengembang karna pengaruh energi ledakan yang sangat besar”.
4.      Materialisme
Teori menyatakan bahwa semua yang ada adalah materi, dan bahwa semua kehidupan pada dasarnya adalah bentuk atau pengaturan yang kompleks dari materi. Empedokles (430 SM) berpendapat bahwa setiap hal di alam semesta terdiri dari kombinasi empat “elemen” abadi atau “akar dari semua” : bumi, air, udara, dan api. Semua perubahan dijelaskan oleh pengaturan dan penataan ulang dari empat elemen tersebut.Berbagai bentuk kehidupan disebabkan oleh campuran yang tepat dari unsur-unsur. Misalnya, pertumbuhan tanaman disebabkan oleh gerakan kebawah secara alami unsur bumi dan gerakan ke atas secara alami dari api.
5.      Teori Urey
Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari A.S mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2), dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan unsur-unsur penting yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup.Diduga karna adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos unsur-unsur itu mengadakan radiasi-radiasi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
6.      Teori Charles Darwin
Menurut teori Charles Darwin manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang di duga telah di mulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh di buat-buat ini, di tetapkan kelompok dasar sebagai berikut.
o Autralophitecus
o Homo habilis
o Homo erectus
o Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis di golongkan sebagai Australopithecus, yang berarti “kera dari selatan”.Australophitecus,yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, detemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebi8h besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemah. Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai “Australopithecus>Homo habilis> Homo sapiens”, evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.

Ø  Asal Usul Kehidupan Menurut Pandangan Agama Islam.
Di dalam Al-qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci dan Al-qur’an juga menyatakan dengan tegas bahwa manusia di ciptakan dari tanah liat. Sebagaimana firman Allah yang artinya :“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (Rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jafdikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah-Lah pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minuun 12-14).

Ungkapan ilmiah dari Al-qur’an dan hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia.Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al-qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai subtansi dasar kehidupan mjanusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah.
Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada didalam tubuh diantaranya menghasilkan hormone (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam Rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti yang dijelaskan dalam ayat di atas).

a.      Teori Tentang Proses Terbentuknya Bumi
Ø  Teori Kabut (Nebula)
Salah satu teori yang mengemukakan proses terbentuknya bumi adalah Teori Kabut (Nebula). Teori ini dicetuskan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755 dan Piere De Laplace pada tahun 1796.
Teori ini mengemukakan bahwa bumi ini terbentuk dari gas. Gas-gas ini awalnya memang sudah tersedia di alam raya, yang kemudian berkumpul membentuk kabut.Karena gas-gas tersebut masing-masing memiliki daya tarik yang sama-sama besar, oleh karena itu gas-gas tersebut membentuk kumpulan kabut yang sama-sama besar dan terlempar ke arah khatulistiwa membentuk planet-planet termasuk bumi.
Ø  Teori Planetesimal
Teori yang kedua yaitu teori planetisimal. Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas C. Chamberlain yang merupakan seorang pakar astronomi. Teori ini dikemukakan pada abad ke 20. Inti dari teori ini, bumi dan planet-planet lainnya terbentuk dari gas yang terlempar dari bagian tepi matahari, yang kemudian menjadi dingin dan padat.
Ø  Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori pasang surut gas dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. Teori ini berawal dari kisah ketika matahari masih berbentuk gas. Bagaimana kemudian bumi bisa terbentuk seperti sekarang?
Menurut teori ini, saat matahari masih berwujud gas tersebut, sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak yang cukup dekat, sehingga terjadi pasang surut gas di matahari.Pasang surut yang dimaksud, seperti pasang surut air laut yang terjadi di bumi. Lalu, karena kejadian itu, maka ada partikel-partikel matahari yang terlempar dan pada akhirnya membentuk bumi dan planet lainnya.
Ø  Teori Bintang Kembar
Seorang ahli astronomi bernama R.A Lyttleton, mengemukakan bahwa galaksi dan seluruh isinya, termasuk bumi berasal dari kombinasi bintang kembar. Kemudian salah satu dari bintang kembar itu pun meledak. Bintang yang meledak itu, akhirnya membentuk planet-planet, yang pada akhirnya mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.
Ø  Teori Big Bang
Teori ini mengungkapkan bahwa bumi terbentuk mulai dari puluhan milyar tahun yang lalu. Awalnya, bumi terbentuk dari gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Kemudian pada akhirnya gumpalan kabut itu meledak, mendingin dan memadat membentuk planet-planet.

b.      Perbedaan Teori Abiogenesis & Biogenesis
Ø  Abiogenesis
Abiogenesis adalah kepercayaan kuno tentang asal usul kehidupan. Hal ini juga dikenal sebagai teori generasi spontan kehidupan. Teori abiogenesis menyatakan bahwa asal-usul makhluk hidup adalah karena zat tak hidup, atau itu adalah insiden spontan. Namun, sampai sekarang para ilmuwan telah mampu mencapai teori ini dengan eksperimen.
Ø  Biogenesis
Biogenesis adalah teori yang diterima saat ini mengenai asal usul kehidupan baru. Teori biogenesis menyatakan bahwa asal usul kehidupan adalah karena sel-sel hidup yang sudah ada sebelumnya atau organisme. Louis Pasteur, Francesco Reddy, dan Lazzaro Spallanzani eksperimen yang membuktikan teori ini.
Ø  Perbedaan Abiogenesis dan Biogenesis
Abiogenesis menyatakan bahwa asal usul kehidupan adalah karena bahan tak hidup lain, atau merupakan mekanisme spontan, sedangkan biogenesis mengungkapkan bahwa asal usul kehidupan adalah karena organisme hidup lain yang sudah ada sebelumnya atau sel.

c.       Percobaan – Percobaan Yang Dilakukan Ilmuwan Pencetus Teori Asal Mula Kehidupan Di Bumi
Berikut adalah beberapa percobaan yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan pencetus teori asal mula kehidupan di bumi.

1.      Francesco Redi
Redi
Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu.
Labu I    :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka
Labu II   :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
Labu III  :  diisi daging segar dan ditutup rapat
Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut:
Labu I    :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
Labu II   :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
Labu III  :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung
Percobaan Francesco Redi
Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
2.      Lazzaro Spallanzani
spallanzani
Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:
Labu I   : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
Labu II  : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
percobaan spallanzani
Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
3.      Louise Pasteur
Pasteur
percobaan Pasteur
percobaan Pasteur
Pada percobaan Pasteur mikroorganisme terperangkap pada pipa S sehingga tidak bisa masuk ke dalam kaldu
percobaan Pasteur
Jika labu dimiringkan, dan kaldu sedikit meluap menyentuh bagian pipa S maka mikroorganisme terbawa masuk ke dalam kaldu. Mikroorganisme yang tumbuh menyebabkan kaldu menjadi keruh
Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu yang  disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati. Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Desain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur, mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari kemudian menyebabkan busuknya kaldu.
Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah ungkapan :
“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo”
yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.




d.      Jelaskan Apa Yang Dimaksud Efek Rumah Kaca
Ø  Pengertian efek rumah kaca
Pengertian efek rumah kaca adalah suatu peristiwa yang bersifat alamiah hal ini terjadi karena adanya akibat pantulan yang sangat panas pada dalam rumah kaca hal ini sering digunakan oleh para petani untuk menanam sayuran di musim dingin khususnya pada suatu negara yang telah mengenal empat buah musim. Peristiwa rumah kaca yaitu suatu keadaan dimana sinar matahari akan masuk ke dalam rumah kaca guna membantu terjadinya proses asimilasi itu.
Sisa panas yang dihasilkan dari energi matahari tersebut seharusnya segera untuk dikeluarkan ke atmosfer, lalu panasnya dipantulkan kembali oleh bilik kaca serta oleh atap kaca sehingga akan menghasilkan suhu udara yang ada di dalam bilik kaca atau suatu ruangan tersebut menjadi naik dan menghasilkan suasana yang hangat. Pantulan energi panas kembali ke ruangan yang akan menjadikan suatu suhu yang ada dalam ruangan itu menjadi hangat. Nah peristiwa inilah yang disebut dengan peristiwa efek rumah kaca. Seperti yang sudah saya katakana diatas, anda mungkin sudah sering sekali mendengar istilah rumah kaca akhir akhir ini, hal ini terjadi karena banyaknya penyebab. Pada uraian dibawah ini, akan saya jelaskan mengenai penyebab terjadinya rumah kaca.
Ø  Penyebab efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Ø  Energi yang masuk ke Bumi:
o   25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
o   25% diserap awan
o   45% diserap permukaan bumi
o   10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Ø  Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.




http://www.informasi-pendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-penyebab-rumah-kaca.html

Tugas 2 : Perkembangan IPA

I.     Perkembangan IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu, tentang benda di sekelilingnya, seperti alam jagad raya beserta isinya bahkan dirinya sendiri.
a.      Teori Terbentuknya Alam Semesta
Ø  Teori Steady State (Teori keadaan tetap)
Teori ini berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksigalaksi, karena pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus tercipta diseluruh alam semesta. Teori ini sama sekali tidak menyebut peristiwa awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal maupun akhir karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat sementara di tempat lain dihancurkan.

Ø  Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksigalaksi serta bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. Pada masa kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat).

Ø  Teori Big – Bang
Keberadaan awal pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal mula alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang mempunyai dasar kuat. Teori ini mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu dimulai dari ledakan yang dahyat dan dilanjutkan dengan pengambangan alam semesta. Point penting semua peristiwa ini adalah waktu, materi , energi dan ruang merupakan satu keterpaduan. Kejadian ini bukan ledakan biasa tetapi cukup memenuhi semua peristiwa dari ruang dengan semua partikel yang menjadi embrio alam semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain.

Telah dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Hasil gambar untuk teori big bang
Teori Big-Bang juga dikenal teori Super Dense, menyatakan bahwa jika alam semesta mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam waktu, kelompok-kelompok galaksi akan semakin mendekat dan tentu akan sampai pada suatu saat di mana semua materi, energi dan waktu yang membentuk alam semeseta terkonsentrasi pada suatu tempat dalam bentuk gumpalan yang sangat padat ( super dense agglomeration). Dengan bekerja mundur , dari peringkat resesi galaksi-galaksi yang teramati, ditemukan bahwa galaksi-galaksi itu diduga telah berada berdekatan satu sama lain sekitar 12 milyar tahun yang lalu. Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam semesta mengembang 1030 kali atau lebih dari ukuran aslinya, sebagai akibatnya gumpalan yang sangat padat dari materi dan energi berserakan menjadi banyak bagian yang semuanya berjalan dengan kecepatan berbeda-beda ke arah berbeda-beda pula. Hasil dari ledakan ini berkondensasi membentuk benda-benda langit seperti yang ada sekarang.
Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari proses ini. Teori berkonsentrasi pada peristiwa spesifik sebagai „awal‟ alam semesta dan 10 menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu hingga sekarang. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big-bang.

b.      Teori Terbentuknya Tata Surya
      Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan teori-teori terbentuknya sistem tata surya kita,diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Nebula
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari sedangkan sisanya tetap berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.

2. Teori Planetesimal
Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.

           3. Teori Pasang
Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal. Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

4. Teori Lyttleton (Bintang Kembar)
Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.


5. Teori Awan Debu
Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu. Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahari.

c.       Lapisan – lapisan Pada Planet Bumi dan Fungsinya
struktur bumi
Berikut ini akan dijelaskan masing- masing lapisan dari Bumi.
Ø Kerak Bumi
Kerak Bumi merupakan lapisan Bumi yang paling luar. Kerak Bumi adalah tempat makhluk hidup tinggal. Di kerak Bumi inillah kita dapat menjumpai batuan bekubatuan sedimen dan juga batuan metamorf.  Lapisan kerak Bumi ini mempunyai ketebalan 32 km. dan bagian dari kerak Bumi yang paling tebal adalah di bawah benua (baca: benua terbesar di dunia), yakni mencapai 65 km. dan bagian tertipis adalah di Samudra (baca: daftar samudera di dunia) dimana ketebalan kerak Bumi hanya sekitar 8 km.
Kerak bumi ini merupakan bagian Bumi yang paling aktif bergerak. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan daratan (baca: ekosistem daratan) dari zaman dahulu hingga sekarang, dimana dahulu semua daratan menyatu dan sekarang pun tidak. Bahkan saking aktifnya pergerakan kerak Bumi, maka lempeng- lempeng yang bergerak sepanjang 10 cm per tahun ini mampu membuat tanah bergetar dan gunung- gunung berapi meletus. Bahkan dalam jangka waktu tertentu, hingga membentuk barisan pegunungan yang sangat besar atau raksasa.

Ø Mantel Bumi
Lapisan yang selanjutnya adalah mantel Bumi. Mantel Bumi merupakan lapisan setelah kerak Bumi. Lapisan mantel Bumi. Lapisan mantel Bumi ini merupakan lapisan yang paling besar yang dimiliki oleh Bumi. Lapisan mantel Bumi ini terdiri dari besi, alumunium, kalsium, magnesium, silikon dan juga oksigen. Sekitar 80% massa Bumi ini terdapat di lapisan mantel Bumi ini. Suhu di mantel Bumi ini mencapai 1600 hinga 4000ᵒ F.
Lapisan Mantel Bumi inilah yang menyimpan magma yang akan dikeluarkan oleh gunung berapi ketika mengalami erupsi. Secara umum dan keseluruhan, lapisan mantel Bumi ini mempunyai ketebalan sekitar 1.802 mil. Lapisan mantel Bumi ini dibagi menjadi dua lapisan yakni bagian atas dan bawah, dimana lapisan bagian atas ini lebih dingin daripada bagian yang bawah.

Ø Inti Bumi
Lapisan selanjutnya dan merupakan lapisan yang terdalam dari Bumi adalah inti Bumi. Inti Bumi ini merupakan lapisan terdalam yang ketebalannya mencapai 3.500 km dan menjadi pusat dari massa Bumi sehingga sangatlah padat. Di lapisan ini pula aktivitas magnetik dan juga gravitasi Bumi ada.  Inti Bumi ini dibagi menjadi dia bagian yakni bagian luar dan juga bagian dalam. Inti bagian luar merupakan bola logam yang sangat cair dan juga sangat panas. Di dalam bola logam ini pula terdapat besi dan juga nikel.  Meski cair, tingkat kepadatan lapisan ini sangatlah tinggi. inti luar ini mempunyai ketebalan sekitar 1.400 km dan suhunya antara 8.000 hingga 11.000ᵒ F. semnetar inti bumi bagian dalam suhunya mencapai 9.000 hingga 13.000ᵒ F. Ketebalan lapisan inti Bumi bagian dalam ini sekitar 800 mil.

d.      Teori Terbentknya Planet Bumi


Penjelasan mengenai Bagaimana Bumi ini dapat terbentuk secara pasti masih menjadi suatu perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli yang dengan alasan yang berbeda-beda juga .
Berikut ini adalah beberapa teori tentang pembentukan bumi yang secara umum dikenal:
1. Teori Kant – Laplace
Teori kabut (nebula) yang dinyatakan oleh Immanuel Kant (1755) serta Piere de Laplace (1796). Mereka berdua itu terkenal dengan “Teori Kabut Kant-Laplace”. Dalam teori tersebut dinyatakan bahwa pada jagat raya terdapat suatu gas yang setelah ini berkumpul dan menjadi kabut (nebula).
Gaya tarik-menarik diantara gas tersebut membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta juga berputar dengan semakin cepat. Pada proses perputaran yang sangat cepat inilah, materi kabut pada bagian khatulistiwa terlempar memisah serta juga memadat (disebabkan pendinginan).Bagian-bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi macam-macam planet dalam tata surya.
2 .Teori Planetesimal
Teori Planetisimal Hypothesis ini, menyatakan matahari terdiri atas suatu massa gas bermassa sangat besar sekali, yang di suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang juga melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi di dekat matahari.
Di saat waktu bintang melintas di dekat matahari yang jarak antara bintang dan matahrari itu relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari tersebut ada yang tertarik ke luar akibat adanya suatu gravitasi dari bintang yang melintas itu.
Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar itu ada yang pada lintasan bintang serta juga sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari disebabkan karena adanya gravitasi matahari. Setelah bintang melintas hilang, massa gas yang berputar mengelilingi matahari tersebut kemudian menjadi dingin serta terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat serta juga di sebut dengan planetisimal.
Beberapa dari planetisimal yang terbentuk tersebut akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu serta juga pada akhirnya membentuk planet, termasuk juga bumi.
3. Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori ini dinyatakan oleh James Jeans serta juga Harold Jeffreys ditahun 1918, penjelasanya ialah bahwa sebuah bintang yang besar mendekati matahari dalam jarak yang relatif delat, sehingga menyebabkan terjadinya suatu pasang surut ditubuh matahari, pada saat matahari itu masih berada didalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal pada Bumi, ukuranya sangat kecil.
Penyebabnya ialah kecilnya massa bulan serta juga jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Namun tetapi , apabila sebuah bintang yang bermassa tersebut hampir sama besar dengan matahari mendekat itu, maka akan terbentuk suatu macam gunung-gunung gelombang raksasa ditubuh matahari, yang dikarenakan karena adanya gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung itu akan mencapai tinggi yang luar biasa serta juga membentuk semacam lidah pijar yang sangat besar sekali, menjulur dari massa matahari serta juga merentang ke arah bintang besar tersebut.
Pada lidah yang panas tersebut terjadi suatu perapatan gas-gas serta juga akhirnya kolom-kolom tersebut akan pecah, lalu kemudian berpisah dan  menjadi benda-benda tersendiri, yakni planet-planet. Bintang besar yang tersebut menyebabkan penarikan dibagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan ke jagat raya, sehingga lama kelamaan  akan hilang pengaruhnya itu terhadap-planet yang berbentuk tadi.
Planet-planet tersebut akan berputar mengelilingi matahari serta juga akanmengalami proses pendinginan. Proses pendinginan tersebut berjalan dengan lambat diplanet-planet besar, seperti Yupiter serta juga Saturnus, sedangkan diplanet-planet kecil seperti Bumi, pendinginan tersebut berjalan relatif lebih cepat.
4. Hipotesis Peledakan Bintang
Teori tersebut dinyatakan oleh astronomi dari Inggris, Fred Hoyle ditahun 1956. Kemungkinan matahari tersebut mempunyai kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) serta juga pada mulanya berevolusi satu sama dengan yang lain. terdapat juga diantaranya yang memadat serta juga mungkin terjerat ke dalam orbit disekeliling matahari.
Banyak bintang yang meledak itu kemudian akan bebas di ruang angkasa. Teori tersebut didukung banyak ahli astronomi, disebabkan karena  banyak bintang ganda atau juga bintang kembar setelah diketahui memang ternyata ada.
5. Hipotesis Kuiper
Teori ini dinyatakan oleh Astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905-1973) ialah bahwa semesta terdiri atas formasi daro bintang-bintang. Menurut Gerard  ini, dua pusat yang memadat terus berkembang didalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen. Pusat yang 1(satu) lebih besar daripada pusat yang lainnya serta juga kemudian memadat dan menjadi bintang tunggal, yakni matahari.