Selasa, 22 November 2016

BAB 6: MANUSIA DAN HARAPAN



                     Hasil gambar untuk CONTOH KASUS       MANUSIA DAN HARAPAN 

     MANUSIA DAN HARAPAN

6.1    PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan  meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan,baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud,maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh dan wajib selalu berdoa. Karena dua hal tersebut adalah sarana terkabulnya harapan.

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu itu terjadi. Sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Contoh :
·         Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan didalan ujian semester mendapatkan angka yang baik.
·         Hadi seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.

Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadi aialah terjadinya sebuah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Jadi,untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk,sedangkan cita-cita,maka harapan mengandung pengertian tidakterlalu muluuk:sedangkan cita –cita pada umumnya perlu setinggi bintang .Antar haapan dan cita –cita terdapat persamaan yaitu:
·         Keduanya menyangut masa depan karena belum terwujud
·         Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang-orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

6.2  PENYEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk social. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dlam suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah-tengah manusia itulah,seseorang dapat hidup dan berkembang fisik/jasmani/maupun mental/spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain,yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat ,keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis,bergembira,berpikir,berjalan,berkata,mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Kodrat juga terdapat pada bintang dan tumbuh-tumbuhan,karena bintang dan tumbuhan juga perlu makan,berkembang biak dan mati. Perbedaan antara dua makhluk itu ialah ,bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang benar dan mana yang salah,dan dengan kehendaknya manusia dapa memilih.
Dengan kodrat ini,maka manusia mempunyai harapan.
Dorongan kebutuhan hidup
            Kebutuhan hidup pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan,kemampuan manusia sangat terbatas,baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
            Menurut Abraham Maslow ,sesuia dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah:
a)      Kelangsunga hidup
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang,pangan,papan(tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
b)      Keamanan (safety)
Setiap orang membutuhkan keamanan. Bahkan sejak manusia itu lahir. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang Nampak,secara moral pun orang lain dapat member rasa aman. Dalam hal ini contohnya agama,walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya,keyakina bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban.dengan pertumbuhan manusia akan tumbuh pula kesdaran akan hak dan kewajiban.
d)     Diakui lingkungan (status)
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa,untuk apa,mengapa manusia hidup.
e)      Perwujudan cita-cita
Manusia berharap diakui keberadannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya ata profesinya. Manusia akan mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebantannya.

6.3  KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya adalah keyakinan masing-masing.

6.4  KEBENARAN
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya,karena mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupkan focus dari segala pikiran,sikap,dan perasaan.
Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri,ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)        Teori koherensi atau konsistensi
Suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya ynag dianggap benar.
Contoh: setiap manusia akan mati. Paul mausia,Paul akan mati.
2)        Teori korespondensi
Suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan pernyataan itu berkoresponden dengan obyak yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh: Jakarta itu ibukota republik Indonesia.
3)        Teori pragmatis
Bila pernyataan tersebut bersifat fungsional maka pernyataan tersebut dianggap benar.


6.5     KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia.Kepercayaan itu dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri,menganggap dirinya tidak salah,dirinya menang,dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.      Kepercayaan pada orang lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu  percaya terhadap kata hatinya,perbuatan yang sesuai dengan kata hati,atau terhadap kebenarannya.
3.       Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika,filsafat tingkah laku karya Prof. Ir. Poedjawiyatna,Negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia,atau setidaknya Tuhan memiliki kedaulatan sejati karena semua adalah ciptaan Tuhan.
4.      Kerpercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting,karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya,tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan atau pengakuan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya terhadap Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi,kondisi,situasi,dan lingkungan, usaha itu antara lain:
a)      Meingkatkan etaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)      Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c)      Meingkatkan kecintaan kepada sesame manusi dengan jalan suka menolong,dermawa,dsb.
d)     Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e)      Menekan perasaan negative seperti iri,dengki,fitnah,dsb.

6.6   CONTOH KASUS

BOS dan Harapan Sekolah Gratis
BOS (bantuan operasional sekolah) merupakan dana kompensasi dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) yang bergulir sejak Maret lalu. Sektor pendidikan awalnya hanya mendapat jatah Rp4,13 triliun dari total Rp17,8 triliun dana yang disediakan pemerintah. Dana ini rencananya akan dibagikan dalam bentuk beasiswa kepada 9,69 juta siswa, masing-masing untuk sekolah dasar (SD) Rp25 ribu, sekolah menengah pertama (SMP) Rp65 ribu, serta sekolah menengah atas (SMA) Rp120 ribu.
Dirjen Dikdasmen Depdiknas Indra Djati Sidi waktu itu mengategorikan 9,6 juta siswa miskin menjadi tiga kelompok penerima beasiswa. Kelompok pertama untuk siswa miskin, jenis beasiswanya berupa bantuan khusus murid (BKM). Kelompok kedua adalah siswa putus sekolah, akan mendapat beasiswa retrieval, dan kelompok terakhir adalah pelajar yang tidak mampu melanjutkan sekolah namun masih memiliki minat belajar, diberi beasiswa transisi.
Akan tetapi, usulan pemerintah tersebut mendapat penolakan dari masyarakat termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan alasan dianggap diskriminatif. Selain itu juga belajar dari tahun-tahun sebelumnya, model yang digulirkan pemerintah sangat mudah diselewengkan, terutama oleh penyelenggara di daerah dan sekolah.
Akhirnya Panitia Kerja DPR dalam RAPBN-P 2005 sepakat mengubah pola pemberian dana kompensasi menjadi program sekolah gratis di SD dan SMP dalam bentuk biaya operasional sekolah. Beasiswa hanya diberikan pada tingkat SMA dan sederajat dalam bentuk bantuan khusus murid (BKM). Total dana yang disediakan pun bertambah menjadi Rp6,272 triliun.

Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf


BAB 7 : MANUSIA DAN KEGELISAHAN



Hasil gambar untuk CONTOH KASUSMANUSIA DAN KEGELISAHAN 

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

7.1  PENGERTIAN KEGELIASAHAN
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya,merasa khawatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar ataupun dalamm kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang yang pada umunya gerakan tersebut lain dari biasanya,misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala,malas bicara,dll.
Dalam kehidupan sehari-hari,kegelisahan juga diartikan kecemasan,kekhawatiran ataupun ketakutan,yang berkaitan juga dengan masalah frustasi. Secara definisi dapat disebutkan,bahwa seserang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Sigmund Freud berpendapat bahwa ada tiga kecemasan yang menimpa manusia,yaitu :
1.      Kecemasan obyektif
Kecemasan ini adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan,dalam arti kata,bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari llingkunganya.

2.      Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud,kecemasan ini dibagi tga macam,yakni :
(1)   Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang takut akan bayangannya sendiri sehingga menekan dan menguasai ego.
(2)   Bentuk ketakutan yang tenggang dan irrasional (phobia). Bentuk khusu phobia adalah intensitas ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakuti.
(3)   Rasa takut lain ialah gugup,gagap,dsb. Reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri untuk memebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki meskipun ego dan super ego melarangnya.
3.      Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain iri,benci,dendam,dengki,marah,gelisah,cinta,rasa kurang.
Rasa iri,benci,dengki dan dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alas an untuk iri,benci,dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji,bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir,takut,cemas,gelisah dan putus asa. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik,maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak ia tersisihkan,sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan,sehingga kawan-kawannya lebih di nilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menyaman kawan-kawnnya demikian menimbulkan kecemasan moril.

7.2 SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
            Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari lua maupun ancaman dari dalam.
            Contoh:
Bila ada suatu tanda bahaya(bahaya banjir,gunung meletus,perampokan),orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup,hak milik,hak memperoleh perlindungan,hak kemerdekaan hidup dan mungkin hak nama baik. Kalo misalnya kentongan dipukul terus menerus dan disambung bersaut-sautan makin lama makin dekat,tentu orang-orang akan gelisah. Gerangan apakah yang akan terjadi? Meskipun berita peristiwa belum ada tetapi yang jelas itu tanda bahaya.

7.3  USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
            Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri,yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

7.4 KETERASINGAN
            Keterasingan berasal dari kata terasing ,dan kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing sendiri,tidak dikenal orang,sehingga kata terasing berarti,tersisihkan dari pergaulan,terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan,terpecil atau terpisah dari yang lain.
            Orang yang bersikap angkuh,sombong,besar kepala,tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat,karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh masyarakat.
Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat keterasingan. Dalam hal ini bukan masyarakat yang membuat orang itu terasing,melainkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan atau karena membuat kesalahan.
7.5 KESEPIAN
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang,sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang,tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian,karena kesepian bagian dari hidup  manusia,lama rasa sepi itu bergantung kepada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
            Kesepian itu bermacam-macam penyebabnya. Seperti,frustasi dapat meningkatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu,ia lebih senang dengan keadaan sepi,tidak suka bergaul dan sebgainya. Ia lebih senang hidup sendiri.

7.6 SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTISN
            Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur,apalagi mangambil kesimpulan. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti adalah:
1.      Obsesi
2.      Phobia
3.      Kompulasi
4.      Hysteria
5.      Delusi
6.      Halusinasi
7.      Keadaan emosi

7.7    USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik,atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita
            Bila penyebabnya jelas,misalnya rindu,obatnya mudah,yaitu dpertemukan dengan yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit sehingga tidak takut lagi. Atau dianjurkan ke psikolog.



CONTOH KASUS  
Kegelisahan Dalam Menghadapi Kemiskinan



Amerika Serikat sebagainegara maju  pernah menghadapi masalah
kemiskinan, terutama pada masa resesi ekonomi tahun 1930-an. Bahkan, tahun
1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia.
Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan, Amerika Serikat juga telah
banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu
tercatat sebanyak 32 juta orang atau 1/6 dari jumlah penduduknya tergolong
miskin.
Bank Dunia (World Bank) mengidentifikasikan penyebab kemiskinan dari perspektif akses dariindividu terhadap sejumlah aset yang penting dalam menunjang kehidupan, yakni aset dasar kehidupan (misalnya kesehatan dan ketrampilan/pengetahuan), aset
alam (misalnya tanah pertanian atau lahan olahan), aset fisik (misalnya modal,
sarana produksi dan infrastruktur), aset keuangan (misalnya kredit bank dan
pinjaman lainnya) dan aset sosial (misalnya jaminan sosial dan hak-hak
politik). Ketiadaan akses dari satu atau lebih dari aset-aset diatas adalah
penyebab seseorang jatuh terjerembab kedalam kemiskinan dan menyebabkan suatu
kegelisahan.
Dari perspektif lapangan kerja, gambaran umum solusi untuk mengatasi kegelisahan dalammenghadapi kemiskinan dengan membuka akses bagi individu pada seluruh sumber daya. Misalnya, dengan memberikan akses bagi individu miskin pada ketersediaan lahan olahan ditambah dengan skema pinjaman yang menarik dan ketersediaan infrastruktur yang diperlukan, akan memungkinkan individu miskin tersebut untuk meningkatkan produktifitasnya sehingga dalam waktu tertentu dapat diharapkan individu miskin tersebut akan sanggup memenuhi kebutuhannya yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidupanya.
Namun selain membuka akses yang ada diatas, masih diperlukan satu langkah penting
lainnya untuk menghadapi kegelisahan kemiskinan, dengan memberikan jaminan
sosial kepada individu tertentu yang berhadapan dengan segenap keterbatasan
misalnya orang-orang cacat dan lanjut usia




Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf

BAB 8: MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



Hasil gambar untuk CONTOH KASUS manusia dan tanggung jawab 

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

A.    PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab meurut KBBI adalah,keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanyya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagia kehidupan manusia,bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggungjawab,maka ada pihak lain yang akan memaksakan tanggung jawab itu.
Apabila dikaji,tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan dari pihak yang berbuat,atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain,atau sebgai pengabdian,pengorbanan pada pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab(berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau akibat buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian danpengorbanannya.

B.     MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini,lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab,yaitu :
(a)           Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan dengan dirinya sendiri,perasaan sendiri,angan-angan sendiri. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan,kekeliruan,baik yang disengaja maupun tidak.

(b)   Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri,ayah,ibu dan anak-anak dannn juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab juga merupakan kesejahteraan,keselamatan,pendidikan dan kehidupan.

(c)    Tanggung jawab terhadap masyarakat
Karena makhluk social,maka manusia membutuhkan orang lain,dengan itu maka manusia harus berkomunikasi dengan manusia tsb. Sehingga demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.

(d)   Tanggung jawab kepada bangsa/Negara
Tiap manusia,tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terkait oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah,maka ia harus bertanggungjawab kepada negara.

(e)    Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam bergabagi kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya,bahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya,manusia perlu pengorbanan.

C.     PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

(a)    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran,pendapat dan ataupun tenaga sebagai perwujudankesetiaan,cinta,kasih saying,hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan,hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan,mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian,tetapi hanya bantuan saja.

(b)   Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,sehingga,pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian ittu mengandung unsure keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.


Contoh studi kasus :
Tabrak Lari, Bocah Patah Kaki
KOTABUMI – Malang nian nasib Sriatun (7), warga Rejosari Kotabumi, Lampung Utara ini. Pasalnya, baru saja pulang sekolah ia di tabrak oleh salah seorang pengendara sepeda motor. Mirisnya, pengendara sepeda motor yang menabrak tersebut kabur melarikan diri setelah melihat korban tergeletak di pinggir jalan. Kejadian tersebut terjadi di jalan raya Rejosari Kotabumi, sekitar pukul 13.30 WIB kemarin (5/11). Lalu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi guna mendapatkan perawatan intensif tim medis.
Menurut penuturan Sriatun (korban, red), pelajar kelas 2 SDN Kotabumi ini, mengatakan siang itu ia baru saja pulang dari les di sekolah. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di jalan yang menurun dan menikung di daerah Rejosari. Salah seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor, seketika menabraknya. Lalu, korban terpental ke sisi kiri jalan. Benturan yang keras membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Dan walaupun pengendara motor sempat terjatuh, namun ia langsung tancap gas lagi kabur melarikan diri.
Kemudian warga sekitar melarikan korban ke RSUR Kotabumi guna mendapatkan perawatan intensif. Tak lama itu pihak keluarga korban datang ke RSUR. ’’Kami harap pengendara motor yang menabrak korban dapat bertanggung jawab,’’ ujar Hadi, kakak korban, yang juga diamini keluarganya yang lain.
Akibat kejadian itu, korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek di kening sebelah kiri. Kini korban terpaksa harus menjalani perawatan intensif di ruang Bedah RSUR Kotabumi.





sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf