Kamis, 07 November 2019

ANALISA SISTEM

        Berikut ini adalah contoh analisa sistem aplikasi yang berhubungan dengan psikologi


Contoh Aplikasi
Online Aptitude Interest Test
Tujuan
Aplikasi ini dapat menganalisis minat dan bakat seseorang melalui informasi-informasi yang diberikan
Batasan
Sitem ini hanya dapat mengetahui minat dan bakat seseorang berdasarkan informasi yang sedikit, tanpa ada penglihatan lebih jauh
Kontrol
Handphone, komputer
Input
Identitas diri pengguna, kuesioner seputar kegiatan pengguna
Proses
Mengisi identitas diri dan mengisi seluruh kuesioner yang telah di sediakan
Output
Pengguna diperlihatkan gambar pekerjaan beserta deskripsi lengkap mengenai pekerjaan yang cocok dengan dirinya
Umpan balik
Hasil bisa saja serupa dengan orang lain

Minggu, 06 Oktober 2019

CONTOH SISTEM DALAM PSIKOLOGI

 Berikut ini adalah contoh sistem dalam psikologi beserta penjelasannya.


Tabel Sistem Pengolahan Data Penelitian
System
Elements
Goal
Input
Processing Elements
Output
Pengolahan data penelitian
Data isian kuesioner,  program microsoft excel, keyboard, mouse.
Aplikasi SPSS, teknik pengolahan data, instruksi pengolahan data.
Tabel-tabel hasil pengolahan data.
Mengetahui skor-skor data penelitian seperti validitas, reliabilitas, homgenitas, dsb.

Sabtu, 28 September 2019

DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Sistem
 

Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dan bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks. Pengertian tersebut mencerminkan adanya beberapa bagian dan hubungan antar bagian, ini menunjukkan kompleksitas dan sistem yang meliputi kerja sama antara bagian yang interdependen satu sama lain. Selain itu, dapat dilihat bahwa sistem berusaha mencapai tujuan. Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan yang terus menerus penlu dikembangkan dan dikendalikan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa sistem sebagai gugus dan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara teratur dalam rangka mencapai tujuan atau sub tujuan (Marimin, Tanjung, & Prabowo, 2006).
Menurut Fatta dan Hanif (2006), secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dan unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Kusrini (2007) mengatakan bahwa sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Menurut Ida (2008), sistem adalah kumpulan komponen di mana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan sistem adalah himpunan dan unsur atau variabel-variabel atau komponen fungsional yang saling berinteraksi menjadi kesatuan utuh berusaha untuk mencapai tujuan suatu tujuan dalam satu lingkungan kompleks.


Informasi
 

Menurut Davis (1991), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Jogiyanto (1999), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mcleod (2001), informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Dari penjelasan mengenai informasi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi si penerima yang dapat menggambarkan suatu kejadian (event) yang nyata (fact) yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.


Psikologi
 

Menurut Kartono (1987) psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.
Menurut Wade dan Tavris (2008) psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Jahja (2011) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan. Sedangkan  menurut Parnawi (2019) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dari beberapa pengertian di atas psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku, proses interaksi dengan lingkungan dan proses mental yang merupakan manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.


Kesimpulan
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah informasi mengenai perilaku, proses interaksi, dan proses mental yang merupakan hasil manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional seseorang atau individu yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan sehingga menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mencapai tujuan yaitu bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang







Referensi :
-     Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
-     Fatta, Hanif A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
-     Gordon B. Davis, Gordon B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian 1. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.
-     Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Prenamedia Group.
-     Jogiyanto, H. M., (1999). Analisis dan disain informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
-     Kartono, K. (1987). Kamus psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
-     Kusrini. (2007). Strategi perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
-     Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.
-     Mcleod, Raymond. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
-     Nuraida, Ida. (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta : Kanisisus.
-     Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
-     Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi kesembilan, jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Senin, 04 Juni 2018

IDENTITY FLEXIBILITY


Hasil gambar untuk IDENTITY

Identitas ( Identity )
Identitas adalah suatu ciri ciri atau tanda-tanda yang melekat pada diri seorang individu yang menjadi ciri khasnya. Identitas sering dihubungkan dengan atribut yang disematkan kepada individu yang sebenarnya memiliki sifat majemuk. Contohnya atribut gender (pria atau wanita) yang hadir secara kodrati pada seseorang bisa bergandeng dengan atribut- atribut kodrati lainnya yang tidak bisa ditolak seseorang sejak ia lahir, seperti aga­ma, suku, ras, kasta maupun kebangsaan. Selain identitas atau atribut yang bersifat kodrati (diberikan oleh Tuhan sejak lahir), ia juga bersifat non-kodrati atau bisa dibuat akibat dari usaha seseorang. Cotohnya kelas pendidikan, ekonomi, sosial dan agama. Dua jenis atribut atau lebih bisa melekat pada setiap individu. Seorang Muslim adalah Batak dan pada saat yang sama beridentitas kelas menengah, kelas terdidik, dan sebagainya.
Identitas bisa berdampak positif juga bisa berdampak negatif. Jika identitas tersebut dapat menimbulkan rasa bangga, baik bagi dirinya maupun komunitasnya, maka identitas bernilai positif. Sebaliknya identitas dapat melahirkan masalah manakala ia menjadi alasan untuk berkonflik bahkan berperang. Banyak contoh konflik yang tidak lepas dari persoalan identitas kelompok, seperti konflik suku, ras dan agama yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Konflik suku di Rwanda (suku Hutsi dan Tutsi), konflik agama di India (Muslim-Hindu), di Serbia (Islam dan Katolik), di Palestina (Islam dan Yahudi), di Irak (Sunni dan Syi’ah). Konflik serupa terjadi pula di sejumlah daerah di Indonesia, seperti konflik suku di Kalimantan Barat antara suku Madura dan Dayak, atau konflik bernuansa keyakinan di Ambon antara komunitas Muslim dan Kristen.
Identitas dipahami juga sebagai ungkapan nilai-nilai budaya yang dimiliki suatu komunitas, kelompok, atau bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan kelompok atau bangsa yang lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa ini dikenal secara umum dengan sebutan “identitas nasional.” Identitas yang melekat pada suatu bangsa tidaklah bersifat statis. Identitas adalah sesuatu yang dapat dibentuk oleh suatu individu maupun kelompok.

Flexibility
Sikap fleksibel adalah kemampuan kita untuk dapat menyesuaikan dengan perasaan, pikiran bahkan tindakan dengan keadaan yang berubah-ubah.
Identity flexibility
Di Internet kita sangat bebas menggunakan identitas diri sesuai dengan yang kita inginkan. Artinya kita dapat menjadi seorang yang bukan kita dan sangat berbeda dengan kita pada kehidupan nyata. Kebebasan menggungkapan diri kita pada komunitas virtual juga dapat mengubah identitas gender seperti yang diinginkan. Seorang pria bisa menjadi perempuan begitu juga sebaliknya. Bahakan pria yang kuat perkasa yang terlihat di dunia nyata bisa disebut “laki banget” dalam komunitas virtual dapat berubah menjadi seorang lelaki yang dapat kita presepsikan sebagai laki-laki kemayu karena melihat postingan dalam sosial media seperti foto, status yang ia ciptakan sendiri. Karena ciri-ciri fisik seperti tubuh, jenis kelamin, gender dan usia menjadi fleksibel di dalam dunia maya.
Yang menjadi masalah disini adalah apakah komunitas virtual ini akan menghasilkan orang-orang yang memiliki identitas diri yang ganda ?. apakah dengan adanya komunitas virtual membuat orang-orang lebih banyak berani berkomentar menggunakan sosmednya dibandingkan berbicara langsung. Apakah orang lebih tertarik dengan komunitas virtualnya dibandingakan dengan komunitas organiknya ?. jawaban semua itu adalah ada pada diri kita. Yang perlu kita tahu adalah komunitas virtual ada dan memberikan kesempatan  kepada kita  untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang tidak terbatas waktu jarak dan biaya dengan kesulitan yang lainnya. Dalam komunitas virtual kita tidak boleh semata-mata percaya dengan orang yang baru kita kenal. Di komunitas virtual semua yang ditawarkan dalam komunitas virtual adalah palsu yang mungkin dibuat sesuai yang ingin ditampilkan seseorang di publik.
Penting bagi kita mengetahui bahwa dalam teori penetrasi sosial yang menganalogikan kepribadian manusia seperti bawang yang berlapis-lapis dan dengan seiringnya berjalan waktu dan jumlah kita bertemu tatap muka dan berkomunikasi dan menjalankan hubungan yang semakin intim akan membuka lapisan-lapisan kepribadian seseorang semakin dalam. Hampir dikatakan tidak mungkin hal ini dilakukan pada komunitas virtual yang tidak bertemu dan saling kenal dapat berkomunikasi sangat intim dan mengetahui kepribadian lawan bicara secara  dalam seakan yang diketahui di dalam sosmed atau komunitas virtualnya itu benar semua tentang dia. Bisa saja hal itu hanya dibuat-buat  yang sengaja di konstruksikan di komunitas virtual untuk mendapatkan presepsi yang dia inginkan sesuai dengan harapanya.









Sumber :




Minggu, 13 Mei 2018

ONLINE PERSONALITY


Hasil gambar untuk dunia maya dan nyata

Pengertian Online
Online adalah istilah saat kita sedang terhubung dengan internet atau dunia maya, baik itu terhubung dengan akun media sosial kita, email dan berbagai jenis akun lainnya yang kita pakai atau gunakan lewat internet.

Pengertian Personality
Menurut Kartini dan Dali (2006), kepribadian ialah tingkah laku khas dan sifat seseorang seseorang yang membuatnya berbeda dengan orang lain. Kemudian, kepribadian bisa juga berarti integrasi karakteristik dari pola, minat.

Anonimity
Gambar terkait
Anonymous, adalah suatu keadaan dimana identitas seseorang disembunyikan dari orang lain dalam komunitas tertentu. Misalnya di suatu forum diskusi, mailing-list, blog, dsb.
Biasanya penyembunyian identitas itu dilakukan secara sengaja, namun dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang tidak ingin diketahui identitas aslinya karena ingin dia dianggap sebagai anggota biasa, misalnya jika ketahuan bahwa Pak SBY juga ikut komen di blog ini, tentu akan rame, makanya beliau pake nama tertentu untuk komen di sini.
Atau juga penyembunyian identitas karena ingin forum tersebut hanya memandang diskusinya, bukan siapa yang menulisnya. Banyak forum/milis yang mengijinkan anggotanya tidak diketahui identitasnya, selama kontribusinya memang positif. Misalnya di forum SlashDot.
Namun ada pula forum yang menentang keras anggota yang tidak jelas asal-usulnya. Salah satunya adalah Kampung Gajah. Selama belum diketahui identitas aslinya, yaitu melalui prosesi  perkenalan, maka akan dikenai status Troll. Dan selama itu pula dia akan diabaikan di milis tersebut.
Pro-Kontra penggunaan identintas anonymous juga menjadi perhatian beberapa negara, misalnya China dan beberapa negara lainnya.
Penggunaan status Anonymous di dunia internet ada baiknya, karena ada yang ingin memisahkan kehidupan nyata dan dunia cyber
Namun masalahnya, ada banyak sekali masyarakat yang memanfaatkan status anonymous ini untuk hal yang tidak bertanggung jawab. Misalnya marah-marah, atau komentar provokatip di suatu blog atau website dengan tidak menyertakan identitasnya.





Sumber :
http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-online-dan-offline-secara-lebih-jelas.html
http://www.seputarilmu.com/2015/12/9-pengertian-kepribadian-menurut-para.html
http://www.mahesajenar.com/2007/02/anonymity.html

Senin, 23 April 2018

SEJARAH INTERNET


                    Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (“antar jaringan”).
 Merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
                             Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Sebelum Internet muncul, telah ada beberapa sistem komunikasi yang berbasis digital, salah satunya adalah sistem telegraf yang seringkali dianggap sebagai pendahulu Internet. Sistem ini muncul pada abad ke-19, atau lebih dari seratus tahun sebelum internet digunakan secara meluas pada tahun 1990-an. Teknologi telegraf sendiri berasal dari konsep yang ada bahkan sebelum komputer modern pertama diciptakan, yaitu konsep pengiriman data melalui media elektromagnetik seperti radio atau kabel. Namun teknologi ini masih terbatas karena hanya mampu menghubungkan maksimal dua perangkat.
Di era selanjutnya, ilmuwan seperti Claude Shannon, Harry Nyquist, dan Ralph Hartley, mengembangkan teori transmisi data dan informasi, yang menjadi dasar bagi banyak teori di bidang ini. Perkembangan terjadi antara lain dalam bentuk jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang meningkat. Namun kesulitan masih terjadi karena hubungan antara dua alat komunikasi tersebut harus terjadi secara fisik, misalnya melalui kabel. Sistem seperti ini tentu tidak aman karena dapat dengan mudah diputus khususnya saat terjadi perang.
Pada tahun 1960, J. C. R. Licklider memperkenalkan istilah "Man-Computer Symbiosis" (Simbiosis Komputer-Manusia) dalam karya ilmiahnya. Istilah tersebut ia definisikan sebagai "jaringan komputer yang terkoneksi satu sama lain melalui pita komunikasi lebar yang berfungsi sebagai perpustakaan, dilengkapi dengan teknologi penyimpanan dan pencarian informasi." Licklider bersama seorang ilmuwan lain bernama Welden Clark juga menerbitkan karya lainnya berjudul "On-Line Man-Computer Communication" (Komunikasi Manusia-Mesin Dalam-Jaringan). Dalam karya tersebut, ia menjelaskan tentang bagaimana kehidupan manusia berubah dengan adanya jaringan komputer yang saling terhubung.
Dua tahun kemudian, Licklider mendapatkan tawaran dari Jack Runia untuk bekerja sebagai direktur Information Processing Techniques Office (IPTO), sebuah divisi baru di dalam DARPA. Tujuan dari tim ini adalah untuk membuat jaringan yang menghubungkan tiga komputer utama Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pegunungan Cheyenne, Pentagon, dan SAC HQ. Ia menyetujuinya dan segera membentuk tim yang ia sebut sebagai "Members and Affiliates of the Intergalactic Computer Network" ("Anggota dan Afiliasi Jaringan Komputer Antargalaksi").
Meski akhirnya Licklider keluar dari IPTO pada tahun 1964, visi tentang jaringan universal yang diajukan olehnya berujung pada terciptanya ARPANET lima tahun kemudian, pada tahun 1969. Pada tahun 1973 Licklider kembali memimpin selama dua tahun.
Masalah yang muncul pada perkembangan selanjutnya adalah tentang bagaimana menyatukan jaringan fisik yang terpisah menjadi satu jaringan logis. Pada tahun 1960, Paul Baran menerbitkan sebuah penelitian mengenai sistem jaringan untuk militer Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk dapat bertahan seandainya terjadi perang nuklir. Dengan sistem ini, informasi yang melintas dibagi-bagi dalam bentuk yang lebih kecil, yang disebut sebagai message-block (blok pesan).
Di tempat lain, Donal Davies juga mengembangkan teknologi jaringan yang hampir mirip. Teknologi ini berbasis sebuah sistem yang ia beri nama packet-switching, dengan berbagai kelebihan dibandingkan teknik-teknik sebelumnya, antara lain memiliki utilisasi pita jaringan yang lebih baik dan waktu respon yang lebih cepat dibandingkan sirkuit tradisional. Teori matematis untuk teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Leonard Kleinrock dari MIT.
Riset lanjutan kemudian dilakukan oleh Tommy Krash dan Paul Baran. Didanai oleh militer Amerika Serikat, mereka berusaha memanfaatkan sistem message-block yang ditemukan sebelumnya untuk memecahkan masalah kerentanan struktur pada teknologi sistem jaringan yang ada. Kerentanan ini terjadi akibat struktur routingyang terpusat, sehingga bila rusak seluruh sistem akan Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Sumber : https://bnet.id/sejarah-internet/
               https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet





Selasa, 13 Juni 2017

IV. HUBUNGAN MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR DENGAN PSIKOLOGI

Hasil gambar untuk HUBUNGAN IAD DAN PSIKOLOGI

1.   Matematika dengan Psikologi
Matematika adalah ilmu yang mempelajari cara berhitung. Memcahkan masalah dengan keterkaitan angka-angka. Tidak hanya berhubungan dengan angka-angka saja tetapi, matematika juga berhubungan atau mempelajari tentang logika. Karena secara alamiah, logika pada dasarnya sudah ada sejak manusia itu dilahirkan, karena logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Oleh karena itu, logika dapat mempengaruhi suatu tingkah laku manusia itu sendiri. Hal ini sangat berhubungan dengan ilmu psikologi.
Kebanyakan orang berpikir bahwa matematika tidak ada hubungan nya dengan psikologi karena orang-orang tersebut berfikir bahwa psikologi hanya mempelajari tentang sosial dan matematika hanya mempelajari tentang angka-angka. Tapi ternyata, banyak diantara cabang ilmu matematika, yang diterapkan pada ilmu psikologi, contohnya : statistika, himpunan, logika, dan lain-lain. Biasanya cabang ilmu – ilmu itu diterapkan dalam bentuk tes psikologis (statistika), logika yang ada hubungannya dengan kepemimpinan (kepemimpinan dibahas dalam ilmu psikologi), dan sebagainya.
Contoh nya yaitu dalam ilmu alamiah dasar mempelajari matematika dengan salah satu pembahasannya statistika, pelajaran ini dibutuhkan dalam ilmu psikologi terutama dalam menghitung perbandingan dari hasil subyek yang diteliti. Sehingga dengan mudah peneliti bisa mengetahui hasil yang telah ia teliti.
Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi mula-mula, yang juga berlaku pada kebanyakan binatang, adalah tentang bilangan.
Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logik, contoh nya pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon mahasiswa/i biasanya harus mengikuti tes terlebih dahulu, yaiu sebuah tes tulis dengan materi Bahasa Inggris,dan matematika. Secara tidak langsung kita akan diukur kemampuan seberapa jauh pola berfikir cepat dan cara kita menyelesaikan masalah.
Menghitung hasil dari Tes IQ juga bisa menggunakan teori statistika untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara menghitung distribusi frekuensi kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita tahu bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan mandiri serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat ditanggungjawabkan
2. Biologi dan Psikologi
Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup contoh nya manusia, hewan dan serta tumbuhan. Ilmu ini juga memiliki keterkaitan dengan ilmu psikologi. Contohnya pada biologi membahas tentang struktur-struktur ataupun keadaan jasmani manusia baik dari luar maupun dari dalam. Tentu hal ini diperlukan dalam psikologi untuk mengetahui penyebab atau gejala-gejala yang dialami seseorang apalagi yang biasanya berhubungan dengan terganggu nya psikis seseorang tersebut. Contoh aplikasi hubungan biologi dengan psikologi adalah biopsikologi dan psikologi faal yang dipelajari oleh mahasiswa psikologi.
3. Fisika Kimia dan Psikologi
Dalam Ilmu Psikologi, ilmu Kimia dan Fisika sangat berpengaruh dalam cabang ilmu ini. Bahkan ilmu Kimia dan Fisika memberikan cabang ilmu lain dalam psikologi yaitu, Psikofisika dan Neurokemis Perilaku. Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan kejadian-kejadian psikologis. Dalam arti luas yang dipelajari adalah hubungan antara stimulus dan respon. Seperti telah disebutkan di atas upaya mereka adalah untuk menemukan hukum-hukum umum, seperti misalnya hokum Weber dan Fechner tentang nisbah pertambahan perangsang menimbulkan pertambahan respon (sensasi). Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus mempelajari susunan dan struktur zat serta perubahannya.
Secara garis besar kimia, hal ini saya kaitkan dengan Human Relationship atau hubungan manusia seperti hubungan keluarga, pertemanan, dan berpacaran. Ikatan kimia adalah daya tarik menarik antar atom yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Kekuatan daya tarik menarik ini menentukan sifat- sifat kimia dari suatu zat, dan cara ikatan kimia berubah. (James E. Brady, Kimia Universitas:Asas dan Struktur, 1999). Ini sesuai dengan konsep hubungan pada manusia, pada dasarnya manusia memiliki ikatan karena ada daya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Mungkin kareana kebutuhan atau tuntunan sosial, dan kekuatan daya tarik itulah yang akan menentukan sifat hubungan yang terjalin.
Secara tidak langsung, dalam menjalin hubungan ada kebutuhan untuk lebih stabil dan memenuhi satu sama lain. Neurokemis perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku seseorang dengan mempelajari kandungan-kandungan kimia dalam tubuh seseorang. Karena keadaan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh zat kimia pada system syaraf seseorang. Seperti seseorang yang schizophrenia yang penyebabnya karena tidak seimbangnya kadar cairan(dopamine) pada otak, atau seprti anak autis disarankan mengkonsumsi obat-obatan untuk membuatnya lebih tenang. Jadi, ilmu fisika dan kimia juga memiliki peran penting dan memberikan suatu yang berarti untuk ilmu psikologi.


SUMBER:
https://wardatuladawiyah.wordpress.com/2013/06/26/hubungan-antara-ilmu-alamiah-dasar-dengan-ilmu-psikologi/
https://diniamaliablog.wordpress.com/2013/06/27/hubungan-ilmu-alamiah-dasar-dengan-psikologi/
http://sarahatsani.blogspot.co.id/2014/04/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html