MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
10.1
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandanga
hidup itubersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk
itu perlu dijelaskan pula apa arti pandanga hidup. Pandanagan hidup artinya
pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,pedoman,arahan,petunjuk
hidup di dunia. Pendapata atu pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran
manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya.
Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu
terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan
hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
(B) Pandangan hidup yang berupa ideology yang
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup
yang relative kebenarannya.
10.2
UNSUR- UNSUR
PANDANGAN HIDUP
Pada dasarnya pandanga hidup mempuyai unsur-unsur yaitu
cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan
satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang
diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang
hendak dicapai ialah kebajikan,yaitu segala hal yang baik yang membuat mansuia
makmur,bahagia,damai,tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang
dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kapercayaan diukur dengan kemampuan
akal,kemampuan jasmani dan kepercayaan kepada Tuhan.
A.
CITA-CITA
Menurut KBBI,yang disebut cita-cita
adalah keinginan,harapan,tujuan yang selalu ada di pikiran. Apabila cita-cita
itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi,maka cita-cita itu dosebut
dengan angan-angan.
Dapatkah seseorang mencapai apa yang
dicita-citakan? Hal itu bergantung pada 3 faktor,yaitu;
·
Faktor
manusia,yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada
orang yang tidak berkemauan,sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan
khayalan saja. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan
hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya puas.
·
Faktor
kondsi,yang mempengaruhi tercapainya cita-cita pada umumnya dapat disebut yang
menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi
yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita,sedangkan faktor ynag menghambat
merupakan kondisi yang merintangi tercapainta suatu cita-cita.
·
Faktor tingginya
cita-cita,yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Memang ada
anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di
langit.tetapi bagaimana faktor manusianya,mampukan yang bersangkutan
mencapainya,demikian juga faktor kondisinya memungkinkan hal itu.
B.
KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan ata perbuatan
yang mendatangkan kabaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan
moral,perbuatan yang sesuai norma-norma agama dan etika.
Sebagai makhluk pribadi,manusa dapat
menentukan sendiri apa yang baik dan apa ynag buruk. Baik buruk itu ditentukan
oleh suara hati. Suara hati adalah semacam biskan di dalam hati yang mendesak
seseorang,untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu tindakan. Jadi
suara hati hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu,nilai suara
hati amat besar dan penting dalam hidup manusia ,namun manusia kadang tak
mendengarkan suara hatinya.
C.
USAHA /
PERJUANGAN
Usaha
/perjuangan adalah kerja keras untuk mwujudkan cita-cita. Setiap manusia harus
kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah
usha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup,dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa
usha/perjuangan,manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia
bercita-cita menjadi kaya,maka ia harus kerja keras. Apabila seseorang
bercita-cita menjadii ilmuwan,ia harus rajin belajar dan tekun.
Kerja keras itu
dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani,atau dengan
keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada
dengan jasmaninya. Sebaliknya para buruh,petani lebih banyak menggunakan
jasmani daripada otaknya. Para tukang dan para ahlilebih banyak menggunakan
keduanya.
D. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan
hidup berasal dari akal atau kekuasaan Than. Menurut Prof. Dr. Harun
Nasution,ada tiga aliran filsafat,yaitu;
(a) Aliran Naturalisme
Aliran naturalism berintikan
spekulasi,mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Bagi yang tidak
yakin,dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur. Karena itu manusia
mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran ada
dua macam yaitu,
1.
Ajaran agama
dogmatis,yang disampaikan oeh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran dogmatis bersifat
mutlak,terdapat dalam AlQur’an dan Hadist dan sifatnya tetap.
2.
Ajaran agama
dari pemuka agama,yaitu sebagai hasil pemikiran manusia,sifatnya
relative.termasuk kebudayaan dan terdaat dalam buku-buku agama yang ditulis
pemuka agama. Sifatnya berubah-ubah.
(b) Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adaah
logika/akal. Akal berasal dari bahasa arab yang artinya kalbu,yang berpusat di
hati,sehingga timbul istilah “hati nurani” yang artinya daya rasa.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran in adalah kekuatan gaib dan juga akal.
Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan. Sedangkan akal adalah
dasar kebudayaan,yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai
dengan akal,baik sebagai logika maupun sebagai rasa (hati nurani).
E. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun langkah-langkah
itu sebagai berikut:
(1)
Mengenal
Mengenal merupakan
suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas
hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
(2)
Mengerti
Mengerti disini
dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dalam hal ini
,mengerti terhadap pandanga hidup memegang peranan penting. Karena dengan
mengerti,ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup.
(3)
Menghayati
Dengan menghayati
pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai
kebenaran pandangan hidup iu sendiri. Bila dalam menghayati ini ada penerimaan
secara ikhlas,maka selanjutnya akan memperkuat keyakinan. Akan tetapi bila
sebaliknya,maka langkah itu tidak berguna.
(4)
Meyakini
Meyakini berarti secara
langsung ada penerimaan ynag ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Tetapi dalam
kasus tertentu ada pula orang yang walaupun meyakini,tetapi karena imannya
tipis maka terpaksa melanggar ketentuannya.
(5)
Mengabdi
Perwujudan pemanfaatan
mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaatitu sendiri
bisa terwujud di masa masih hidup atau sudah meninggal. Jadi,jika kita sudah
mengenal,mengerti,menghayati dan meyakini pandangan hidup ini,maka selayaknya
disertai dengan pengabdian.
(6)
Mengamankan
Proses mengamankan
ini merupakan langkah terakhir. Mungkin
sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu
pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau menyalahkannya
tentu dia tidak menerima bahakan cenderung untuk mengadakan perlawanan.
CONTOH KASUS
Seseorang akan memiliki pandangan hidup yang tinggi jika ia merasa bersyukur
kepada Tuhannya dan selalu mengingat akan orang yang kondisinya berada dibawahnya.
Setiap dia berkendara dan melihat pengamen atau pemulung dia selalu berpikir
untuk tidak menjadi seperti itu dan tidak mau keluarganya jadi seperti itu.
Pandangan hidupnya pun akan lebih tinggi karena apa yang dilihatnya itu akan
menjadi motivasi agar dirinya bisa mencapai apa yang sudah dia rencanakan dalam
pandangan hidupnya tersebut.
Sumber :
Ilmu budaya dasar
E-book.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar