Selasa, 22 November 2016

BAB 10 : MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


Hasil gambar untuk contoh kasus manusia dan pandangan hidup 

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

10.1           PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandanga hidup itubersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandanga hidup. Pandanagan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,pedoman,arahan,petunjuk hidup di dunia. Pendapata atu pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A)  Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
(B)  Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
(C)  Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

10.2          UNSUR- UNSUR PANDANGAN HIDUP
Pada dasarnya pandanga hidup mempuyai unsur-unsur yaitu cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan,yaitu segala hal yang baik yang membuat mansuia makmur,bahagia,damai,tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kapercayaan diukur dengan kemampuan akal,kemampuan jasmani dan kepercayaan kepada Tuhan.
A.    CITA-CITA
Menurut KBBI,yang disebut cita-cita adalah keinginan,harapan,tujuan yang selalu ada di pikiran. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi,maka cita-cita itu dosebut dengan angan-angan.
Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan? Hal itu bergantung pada 3 faktor,yaitu;
·         Faktor manusia,yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang tidak berkemauan,sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khayalan saja. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya puas.
·         Faktor kondsi,yang mempengaruhi tercapainya cita-cita pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita,sedangkan faktor ynag menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainta suatu cita-cita.
·         Faktor tingginya cita-cita,yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit.tetapi bagaimana faktor manusianya,mampukan yang bersangkutan mencapainya,demikian juga faktor kondisinya memungkinkan hal itu.

B.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan ata perbuatan yang mendatangkan kabaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai norma-norma agama dan etika.
Sebagai makhluk pribadi,manusa dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa ynag buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam biskan di dalam hati yang mendesak seseorang,untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu tindakan. Jadi suara hati hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu,nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia ,namun manusia kadang tak mendengarkan suara hatinya.

C.       USAHA / PERJUANGAN
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mwujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup,dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usha/perjuangan,manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya,maka ia harus kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadii ilmuwan,ia harus rajin belajar dan tekun.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani,atau dengan keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada dengan jasmaninya. Sebaliknya para buruh,petani lebih banyak menggunakan jasmani daripada otaknya. Para tukang dan para ahlilebih banyak menggunakan keduanya.

D.    KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Than. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution,ada tiga aliran filsafat,yaitu;
(a)    Aliran Naturalisme
Aliran naturalism berintikan spekulasi,mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Bagi yang tidak yakin,dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran ada dua macam yaitu,
1.      Ajaran agama dogmatis,yang disampaikan oeh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran dogmatis bersifat mutlak,terdapat dalam AlQur’an dan Hadist dan sifatnya tetap.
2.      Ajaran agama dari pemuka agama,yaitu sebagai hasil pemikiran manusia,sifatnya relative.termasuk kebudayaan dan terdaat dalam buku-buku agama yang ditulis pemuka agama. Sifatnya berubah-ubah.

(b)   Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adaah logika/akal. Akal berasal dari bahasa arab yang artinya kalbu,yang berpusat di hati,sehingga timbul istilah “hati nurani” yang artinya daya rasa.

(c)    Aliran Gabungan
Dasar aliran in adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan,yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal,baik sebagai logika maupun sebagai rasa (hati nurani).

E.     LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:
(1)   Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
(2)   Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dalam hal ini ,mengerti terhadap pandanga hidup memegang peranan penting. Karena dengan mengerti,ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup.

(3)   Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup iu sendiri. Bila dalam menghayati ini ada penerimaan secara ikhlas,maka selanjutnya akan memperkuat keyakinan. Akan tetapi bila sebaliknya,maka langkah itu tidak berguna.
(4)   Meyakini
Meyakini berarti secara langsung ada penerimaan ynag ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Tetapi dalam kasus tertentu ada pula orang yang walaupun meyakini,tetapi karena imannya tipis maka terpaksa melanggar ketentuannya.
(5)   Mengabdi
Perwujudan pemanfaatan mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaatitu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup atau sudah meninggal. Jadi,jika kita sudah mengenal,mengerti,menghayati dan meyakini pandangan hidup ini,maka selayaknya disertai dengan pengabdian.
(6)   Mengamankan
Proses mengamankan ini  merupakan langkah terakhir. Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau menyalahkannya tentu dia tidak menerima bahakan cenderung untuk mengadakan perlawanan.

CONTOH  KASUS
           Seseorang akan memiliki pandangan hidup yang tinggi jika ia merasa bersyukur kepada Tuhannya dan selalu mengingat akan orang yang kondisinya berada dibawahnya. Setiap dia berkendara dan melihat pengamen atau pemulung dia selalu berpikir untuk tidak menjadi seperti itu dan tidak mau keluarganya jadi seperti itu. Pandangan hidupnya pun akan lebih tinggi karena apa yang dilihatnya itu akan menjadi motivasi agar dirinya bisa mencapai apa yang sudah dia rencanakan dalam pandangan hidupnya tersebut.
                        


Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar