Sabtu, 28 September 2019

DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Sistem
 

Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dan bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks. Pengertian tersebut mencerminkan adanya beberapa bagian dan hubungan antar bagian, ini menunjukkan kompleksitas dan sistem yang meliputi kerja sama antara bagian yang interdependen satu sama lain. Selain itu, dapat dilihat bahwa sistem berusaha mencapai tujuan. Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan yang terus menerus penlu dikembangkan dan dikendalikan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa sistem sebagai gugus dan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara teratur dalam rangka mencapai tujuan atau sub tujuan (Marimin, Tanjung, & Prabowo, 2006).
Menurut Fatta dan Hanif (2006), secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dan unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Kusrini (2007) mengatakan bahwa sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Menurut Ida (2008), sistem adalah kumpulan komponen di mana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan sistem adalah himpunan dan unsur atau variabel-variabel atau komponen fungsional yang saling berinteraksi menjadi kesatuan utuh berusaha untuk mencapai tujuan suatu tujuan dalam satu lingkungan kompleks.


Informasi
 

Menurut Davis (1991), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Jogiyanto (1999), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mcleod (2001), informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Dari penjelasan mengenai informasi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi si penerima yang dapat menggambarkan suatu kejadian (event) yang nyata (fact) yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.


Psikologi
 

Menurut Kartono (1987) psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.
Menurut Wade dan Tavris (2008) psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Jahja (2011) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan. Sedangkan  menurut Parnawi (2019) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dari beberapa pengertian di atas psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku, proses interaksi dengan lingkungan dan proses mental yang merupakan manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.


Kesimpulan
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah informasi mengenai perilaku, proses interaksi, dan proses mental yang merupakan hasil manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional seseorang atau individu yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan sehingga menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mencapai tujuan yaitu bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang







Referensi :
-     Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
-     Fatta, Hanif A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
-     Gordon B. Davis, Gordon B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian 1. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.
-     Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Prenamedia Group.
-     Jogiyanto, H. M., (1999). Analisis dan disain informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
-     Kartono, K. (1987). Kamus psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
-     Kusrini. (2007). Strategi perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
-     Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.
-     Mcleod, Raymond. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
-     Nuraida, Ida. (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta : Kanisisus.
-     Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
-     Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi kesembilan, jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar