
1.
Matematika dengan
Psikologi
Matematika adalah ilmu yang mempelajari cara berhitung.
Memcahkan masalah dengan keterkaitan angka-angka. Tidak hanya berhubungan
dengan angka-angka saja tetapi, matematika juga berhubungan atau mempelajari
tentang logika. Karena secara alamiah, logika pada dasarnya sudah ada sejak
manusia itu dilahirkan, karena logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia
yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh
keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Oleh karena
itu, logika dapat mempengaruhi suatu tingkah laku manusia itu sendiri. Hal ini
sangat berhubungan dengan ilmu psikologi.
Kebanyakan orang berpikir bahwa matematika tidak ada
hubungan nya dengan psikologi karena orang-orang tersebut berfikir bahwa
psikologi hanya mempelajari tentang sosial dan matematika hanya mempelajari
tentang angka-angka. Tapi ternyata, banyak diantara cabang ilmu matematika,
yang diterapkan pada ilmu psikologi, contohnya : statistika, himpunan, logika,
dan lain-lain. Biasanya cabang ilmu – ilmu itu diterapkan dalam bentuk tes
psikologis (statistika), logika yang ada hubungannya dengan kepemimpinan
(kepemimpinan dibahas dalam ilmu psikologi), dan sebagainya.
Contoh nya yaitu dalam ilmu alamiah dasar mempelajari
matematika dengan salah satu pembahasannya statistika, pelajaran ini dibutuhkan
dalam ilmu psikologi terutama dalam menghitung perbandingan dari hasil subyek
yang diteliti. Sehingga dengan mudah peneliti bisa mengetahui hasil yang telah
ia teliti.
Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi mula-mula, yang juga berlaku pada kebanyakan binatang, adalah tentang bilangan.
Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi mula-mula, yang juga berlaku pada kebanyakan binatang, adalah tentang bilangan.
Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logik, contoh nya
pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon mahasiswa/i biasanya harus
mengikuti tes terlebih dahulu, yaiu sebuah tes tulis dengan materi Bahasa
Inggris,dan matematika. Secara tidak langsung kita akan diukur kemampuan
seberapa jauh pola berfikir cepat dan cara kita menyelesaikan masalah.
Menghitung
hasil dari Tes IQ juga bisa menggunakan teori statistika untuk mengetahui
seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara menghitung distribusi frekuensi
kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita
tahu bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan
mandiri serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat
ditanggungjawabkan
2. Biologi dan Psikologi
Biologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang makhluk hidup contoh nya manusia, hewan dan serta tumbuhan.
Ilmu ini juga memiliki keterkaitan dengan ilmu psikologi. Contohnya pada
biologi membahas tentang struktur-struktur ataupun keadaan jasmani manusia baik
dari luar maupun dari dalam. Tentu hal ini diperlukan dalam psikologi untuk
mengetahui penyebab atau gejala-gejala yang dialami seseorang apalagi yang
biasanya berhubungan dengan terganggu nya psikis seseorang tersebut. Contoh
aplikasi hubungan biologi dengan psikologi adalah biopsikologi dan psikologi
faal yang dipelajari oleh mahasiswa psikologi.
3. Fisika Kimia dan Psikologi
Dalam Ilmu Psikologi, ilmu
Kimia dan Fisika sangat berpengaruh dalam cabang ilmu ini. Bahkan ilmu Kimia
dan Fisika memberikan cabang ilmu lain dalam psikologi yaitu, Psikofisika dan
Neurokemis Perilaku. Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang
mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan
kejadian-kejadian psikologis. Dalam arti luas yang dipelajari adalah hubungan
antara stimulus dan respon. Seperti telah disebutkan di atas upaya mereka
adalah untuk menemukan hukum-hukum umum, seperti misalnya hokum Weber dan
Fechner tentang nisbah pertambahan perangsang menimbulkan pertambahan respon
(sensasi). Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus
mempelajari susunan dan struktur zat serta perubahannya.
Secara garis besar kimia, hal
ini saya kaitkan dengan Human Relationship atau hubungan manusia seperti
hubungan keluarga, pertemanan, dan berpacaran. Ikatan kimia adalah daya
tarik menarik antar atom yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu.
Kekuatan daya tarik menarik ini menentukan sifat- sifat kimia dari suatu zat,
dan cara ikatan kimia berubah. (James E. Brady, Kimia Universitas:Asas dan
Struktur, 1999). Ini sesuai dengan konsep hubungan pada manusia, pada
dasarnya manusia memiliki ikatan karena ada daya tarik menarik antara satu
dengan yang lain. Mungkin kareana kebutuhan atau tuntunan sosial, dan kekuatan
daya tarik itulah yang akan menentukan sifat hubungan yang terjalin.
Secara tidak langsung, dalam
menjalin hubungan ada kebutuhan untuk lebih stabil dan memenuhi satu sama lain.
Neurokemis perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku
seseorang dengan mempelajari kandungan-kandungan kimia dalam tubuh seseorang.
Karena keadaan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh zat kimia pada system
syaraf seseorang. Seperti seseorang yang schizophrenia yang penyebabnya karena
tidak seimbangnya kadar cairan(dopamine) pada otak, atau seprti anak autis
disarankan mengkonsumsi obat-obatan untuk membuatnya lebih tenang. Jadi, ilmu
fisika dan kimia juga memiliki peran penting dan memberikan suatu yang berarti
untuk ilmu psikologi.
SUMBER:
https://wardatuladawiyah.wordpress.com/2013/06/26/hubungan-antara-ilmu-alamiah-dasar-dengan-ilmu-psikologi/
https://diniamaliablog.wordpress.com/2013/06/27/hubungan-ilmu-alamiah-dasar-dengan-psikologi/
http://sarahatsani.blogspot.co.id/2014/04/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

