MANUSIA DAN HARAPAN
6.1 PENGERTIAN
HARAPAN
Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,berarti manusia itu mati
dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan
tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan
kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada
usaha orang yang mempunyai harapan.
Harapan
harus berdasarkan kepercayaan,baik kepercayaan pada diri sendiri maupun
kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud,maka perlu usaha
dengan sungguh-sungguh dan wajib selalu berdoa. Karena dua hal tersebut adalah
sarana terkabulnya harapan.
Harapan
berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu itu terjadi.
Sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian
harapan menyangkut masa depan.
Contoh :
·
Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma,
ia rajin belajar dengan harapan didalan ujian semester mendapatkan angka yang
baik.
·
Hadi seorang wiraswasta yang rajin.
Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan
maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha
bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dari
kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadi aialah terjadinya
sebuah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Jadi,untuk mewujudkan
harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak
terlalu muluk,sedangkan cita-cita,maka harapan mengandung pengertian
tidakterlalu muluuk:sedangkan cita –cita pada umumnya perlu setinggi bintang
.Antar haapan dan cita –cita terdapat persamaan yaitu:
·
Keduanya menyangut masa depan karena
belum terwujud
·
Pada umumnya dengan cita-cita maupun
harapan orang-orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
6.2 PENYEBAB
MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
Menurut
kodratnya manusia itu adalah makhluk social. Setiap lahir ke dunia langsung
disambut dlam suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau anggota
masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup.
Ditengah-tengah manusia itulah,seseorang dapat hidup dan berkembang
fisik/jasmani/maupun mental/spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang
hidup bergaul dengan manusia lain,yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan
hidup.
Dorongan kodrat
Kodrat
ialah sifat ,keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri
manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya
menangis,bergembira,berpikir,berjalan,berkata,mempunyai keturunan dan
sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Kodrat
juga terdapat pada bintang dan tumbuh-tumbuhan,karena bintang dan tumbuhan juga
perlu makan,berkembang biak dan mati. Perbedaan antara dua makhluk itu ialah
,bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Dengan budinya manusia dapat
mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang benar dan mana yang
salah,dan dengan kehendaknya manusia dapa memilih.
Dengan
kodrat ini,maka manusia mempunyai harapan.
Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan hidup pada garis besarnya
dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi
semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini
disebabkan,kemampuan manusia sangat terbatas,baik kemampuan fisik/jasmaniah
maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow ,sesuia dengan kodratnya harapan manusia atau
kebutuhan manusia itu ialah:
a) Kelangsunga
hidup
Untuk melangsungkan
hidupnya manusia membutuhkan sandang,pangan,papan(tempat tinggal). Kebutuhan
kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
b) Keamanan
(safety)
Setiap orang
membutuhkan keamanan. Bahkan sejak manusia itu lahir. Rasa aman tidak harus
diwujudkan dengan perlindungan yang Nampak,secara moral pun orang lain dapat
member rasa aman. Dalam hal ini contohnya agama,walaupun secara fisik
keadaannya dalam bahaya,keyakina bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti
sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c) Hak
dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
Tiap orang mempunyai
hak dan kewajiban.dengan pertumbuhan manusia akan tumbuh pula kesdaran akan hak
dan kewajiban.
d) Diakui
lingkungan (status)
Setiap manusia membutuhkan
status. Siapa,untuk apa,mengapa manusia hidup.
e) Perwujudan
cita-cita
Manusia berharap diakui
keberadannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya ata profesinya.
Manusia akan mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui
kehebantannya.
6.3 KEPERCAYAAN
Kepercayaan
berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan
kebenaran.
Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu. Dasarnya adalah keyakinan masing-masing.
6.4 KEBENARAN
Kebenaran
atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya,karena
mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupkan focus dari segala
pikiran,sikap,dan perasaan.
Menurut
Dr. Yuyun Suriasumantri,ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)
Teori koherensi atau konsistensi
Suatu pernyataan
dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan
pernyataan-pernyataan sebelumnya ynag dianggap benar.
Contoh: setiap manusia
akan mati. Paul mausia,Paul akan mati.
2)
Teori korespondensi
Suatu pernyataan benar
bila materi pengetahuan pernyataan itu berkoresponden dengan obyak yang dituju
oleh pernyataan tersebut.
Contoh: Jakarta itu
ibukota republik Indonesia.
3)
Teori pragmatis
Bila pernyataan
tersebut bersifat fungsional maka pernyataan tersebut dianggap benar.
6.5 KEPERCAYAAN
DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran
adalah manusia.Kepercayaan itu dibedakan atas :
1. Kepercayaan
pada diri sendiri
Percaya
pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya
pada diri sendiri,menganggap dirinya tidak salah,dirinya menang,dirinya mampu
mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2. Kepercayaan
pada orang lain
Kepercayaan
kepada orang lain itu sudah tentu percaya
terhadap kata hatinya,perbuatan yang sesuai dengan kata hati,atau terhadap
kebenarannya.
3. Kepercayaan
kepada pemerintah
Berdasarkan
pandangan teokratis menurut etika,filsafat tingkah laku karya Prof. Ir.
Poedjawiyatna,Negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan
memimpin bangsa manusia,atau setidaknya Tuhan memiliki kedaulatan sejati karena
semua adalah ciptaan Tuhan.
4. Kerpercayaan
kepada Tuhan
Kepercayaan
kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting,karena keberadaan manusia itu
bukan dengan sendirinya,tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan atau
pengakuan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya
merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan
kepada zat tersebut.
Berbagai
usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya terhadap Tuhannya.
Usaha itu bergantung kepada pribadi,kondisi,situasi,dan lingkungan, usaha itu
antara lain:
a) Meingkatkan
etaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
c) Meingkatkan
kecintaan kepada sesame manusi dengan jalan suka menolong,dermawa,dsb.
d) Mengurangi
nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e) Menekan
perasaan negative seperti iri,dengki,fitnah,dsb.
6.6 CONTOH KASUS
BOS dan Harapan Sekolah Gratis
BOS (bantuan
operasional sekolah) merupakan dana kompensasi dinaikkannya harga bahan bakar
minyak (BBM) yang bergulir sejak Maret lalu. Sektor pendidikan awalnya hanya
mendapat jatah Rp4,13 triliun dari total Rp17,8 triliun dana yang disediakan
pemerintah. Dana ini rencananya akan dibagikan dalam bentuk beasiswa kepada
9,69 juta siswa, masing-masing untuk sekolah dasar (SD) Rp25 ribu, sekolah
menengah pertama (SMP) Rp65 ribu, serta sekolah menengah atas (SMA) Rp120 ribu.
Dirjen Dikdasmen
Depdiknas Indra Djati Sidi waktu itu mengategorikan 9,6 juta siswa miskin
menjadi tiga kelompok penerima beasiswa. Kelompok pertama untuk siswa miskin,
jenis beasiswanya berupa bantuan khusus murid (BKM). Kelompok kedua adalah
siswa putus sekolah, akan mendapat beasiswa retrieval, dan kelompok terakhir
adalah pelajar yang tidak mampu melanjutkan sekolah namun masih memiliki minat
belajar, diberi beasiswa transisi.
Akan tetapi, usulan
pemerintah tersebut mendapat penolakan dari masyarakat termasuk Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) dengan alasan dianggap diskriminatif. Selain itu juga
belajar dari tahun-tahun sebelumnya, model yang digulirkan pemerintah sangat
mudah diselewengkan, terutama oleh penyelenggara di daerah dan sekolah.
Akhirnya Panitia Kerja
DPR dalam RAPBN-P 2005 sepakat mengubah pola pemberian dana kompensasi menjadi
program sekolah gratis di SD dan SMP dalam bentuk biaya operasional sekolah.
Beasiswa hanya diberikan pada tingkat SMA dan sederajat dalam bentuk bantuan
khusus murid (BKM). Total dana yang disediakan pun bertambah menjadi Rp6,272
triliun.
Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar