Minggu, 16 April 2017

Tugas 2 : Perkembangan IPA

I.     Perkembangan IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu, tentang benda di sekelilingnya, seperti alam jagad raya beserta isinya bahkan dirinya sendiri.
a.      Teori Terbentuknya Alam Semesta
Ø  Teori Steady State (Teori keadaan tetap)
Teori ini berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksigalaksi, karena pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus tercipta diseluruh alam semesta. Teori ini sama sekali tidak menyebut peristiwa awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal maupun akhir karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat sementara di tempat lain dihancurkan.

Ø  Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksigalaksi serta bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. Pada masa kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat).

Ø  Teori Big – Bang
Keberadaan awal pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal mula alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang mempunyai dasar kuat. Teori ini mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu dimulai dari ledakan yang dahyat dan dilanjutkan dengan pengambangan alam semesta. Point penting semua peristiwa ini adalah waktu, materi , energi dan ruang merupakan satu keterpaduan. Kejadian ini bukan ledakan biasa tetapi cukup memenuhi semua peristiwa dari ruang dengan semua partikel yang menjadi embrio alam semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain.

Telah dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Hasil gambar untuk teori big bang
Teori Big-Bang juga dikenal teori Super Dense, menyatakan bahwa jika alam semesta mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam waktu, kelompok-kelompok galaksi akan semakin mendekat dan tentu akan sampai pada suatu saat di mana semua materi, energi dan waktu yang membentuk alam semeseta terkonsentrasi pada suatu tempat dalam bentuk gumpalan yang sangat padat ( super dense agglomeration). Dengan bekerja mundur , dari peringkat resesi galaksi-galaksi yang teramati, ditemukan bahwa galaksi-galaksi itu diduga telah berada berdekatan satu sama lain sekitar 12 milyar tahun yang lalu. Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam semesta mengembang 1030 kali atau lebih dari ukuran aslinya, sebagai akibatnya gumpalan yang sangat padat dari materi dan energi berserakan menjadi banyak bagian yang semuanya berjalan dengan kecepatan berbeda-beda ke arah berbeda-beda pula. Hasil dari ledakan ini berkondensasi membentuk benda-benda langit seperti yang ada sekarang.
Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari proses ini. Teori berkonsentrasi pada peristiwa spesifik sebagai „awal‟ alam semesta dan 10 menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu hingga sekarang. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big-bang.

b.      Teori Terbentuknya Tata Surya
      Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan teori-teori terbentuknya sistem tata surya kita,diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Teori Nebula
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari sedangkan sisanya tetap berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.

2. Teori Planetesimal
Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.

           3. Teori Pasang
Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal. Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

4. Teori Lyttleton (Bintang Kembar)
Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.


5. Teori Awan Debu
Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu. Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahari.

c.       Lapisan – lapisan Pada Planet Bumi dan Fungsinya
struktur bumi
Berikut ini akan dijelaskan masing- masing lapisan dari Bumi.
Ø Kerak Bumi
Kerak Bumi merupakan lapisan Bumi yang paling luar. Kerak Bumi adalah tempat makhluk hidup tinggal. Di kerak Bumi inillah kita dapat menjumpai batuan bekubatuan sedimen dan juga batuan metamorf.  Lapisan kerak Bumi ini mempunyai ketebalan 32 km. dan bagian dari kerak Bumi yang paling tebal adalah di bawah benua (baca: benua terbesar di dunia), yakni mencapai 65 km. dan bagian tertipis adalah di Samudra (baca: daftar samudera di dunia) dimana ketebalan kerak Bumi hanya sekitar 8 km.
Kerak bumi ini merupakan bagian Bumi yang paling aktif bergerak. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan daratan (baca: ekosistem daratan) dari zaman dahulu hingga sekarang, dimana dahulu semua daratan menyatu dan sekarang pun tidak. Bahkan saking aktifnya pergerakan kerak Bumi, maka lempeng- lempeng yang bergerak sepanjang 10 cm per tahun ini mampu membuat tanah bergetar dan gunung- gunung berapi meletus. Bahkan dalam jangka waktu tertentu, hingga membentuk barisan pegunungan yang sangat besar atau raksasa.

Ø Mantel Bumi
Lapisan yang selanjutnya adalah mantel Bumi. Mantel Bumi merupakan lapisan setelah kerak Bumi. Lapisan mantel Bumi. Lapisan mantel Bumi ini merupakan lapisan yang paling besar yang dimiliki oleh Bumi. Lapisan mantel Bumi ini terdiri dari besi, alumunium, kalsium, magnesium, silikon dan juga oksigen. Sekitar 80% massa Bumi ini terdapat di lapisan mantel Bumi ini. Suhu di mantel Bumi ini mencapai 1600 hinga 4000ᵒ F.
Lapisan Mantel Bumi inilah yang menyimpan magma yang akan dikeluarkan oleh gunung berapi ketika mengalami erupsi. Secara umum dan keseluruhan, lapisan mantel Bumi ini mempunyai ketebalan sekitar 1.802 mil. Lapisan mantel Bumi ini dibagi menjadi dua lapisan yakni bagian atas dan bawah, dimana lapisan bagian atas ini lebih dingin daripada bagian yang bawah.

Ø Inti Bumi
Lapisan selanjutnya dan merupakan lapisan yang terdalam dari Bumi adalah inti Bumi. Inti Bumi ini merupakan lapisan terdalam yang ketebalannya mencapai 3.500 km dan menjadi pusat dari massa Bumi sehingga sangatlah padat. Di lapisan ini pula aktivitas magnetik dan juga gravitasi Bumi ada.  Inti Bumi ini dibagi menjadi dia bagian yakni bagian luar dan juga bagian dalam. Inti bagian luar merupakan bola logam yang sangat cair dan juga sangat panas. Di dalam bola logam ini pula terdapat besi dan juga nikel.  Meski cair, tingkat kepadatan lapisan ini sangatlah tinggi. inti luar ini mempunyai ketebalan sekitar 1.400 km dan suhunya antara 8.000 hingga 11.000ᵒ F. semnetar inti bumi bagian dalam suhunya mencapai 9.000 hingga 13.000ᵒ F. Ketebalan lapisan inti Bumi bagian dalam ini sekitar 800 mil.

d.      Teori Terbentknya Planet Bumi


Penjelasan mengenai Bagaimana Bumi ini dapat terbentuk secara pasti masih menjadi suatu perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli yang dengan alasan yang berbeda-beda juga .
Berikut ini adalah beberapa teori tentang pembentukan bumi yang secara umum dikenal:
1. Teori Kant – Laplace
Teori kabut (nebula) yang dinyatakan oleh Immanuel Kant (1755) serta Piere de Laplace (1796). Mereka berdua itu terkenal dengan “Teori Kabut Kant-Laplace”. Dalam teori tersebut dinyatakan bahwa pada jagat raya terdapat suatu gas yang setelah ini berkumpul dan menjadi kabut (nebula).
Gaya tarik-menarik diantara gas tersebut membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta juga berputar dengan semakin cepat. Pada proses perputaran yang sangat cepat inilah, materi kabut pada bagian khatulistiwa terlempar memisah serta juga memadat (disebabkan pendinginan).Bagian-bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi macam-macam planet dalam tata surya.
2 .Teori Planetesimal
Teori Planetisimal Hypothesis ini, menyatakan matahari terdiri atas suatu massa gas bermassa sangat besar sekali, yang di suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang juga melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi di dekat matahari.
Di saat waktu bintang melintas di dekat matahari yang jarak antara bintang dan matahrari itu relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari tersebut ada yang tertarik ke luar akibat adanya suatu gravitasi dari bintang yang melintas itu.
Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar itu ada yang pada lintasan bintang serta juga sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari disebabkan karena adanya gravitasi matahari. Setelah bintang melintas hilang, massa gas yang berputar mengelilingi matahari tersebut kemudian menjadi dingin serta terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat serta juga di sebut dengan planetisimal.
Beberapa dari planetisimal yang terbentuk tersebut akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu serta juga pada akhirnya membentuk planet, termasuk juga bumi.
3. Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori ini dinyatakan oleh James Jeans serta juga Harold Jeffreys ditahun 1918, penjelasanya ialah bahwa sebuah bintang yang besar mendekati matahari dalam jarak yang relatif delat, sehingga menyebabkan terjadinya suatu pasang surut ditubuh matahari, pada saat matahari itu masih berada didalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal pada Bumi, ukuranya sangat kecil.
Penyebabnya ialah kecilnya massa bulan serta juga jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Namun tetapi , apabila sebuah bintang yang bermassa tersebut hampir sama besar dengan matahari mendekat itu, maka akan terbentuk suatu macam gunung-gunung gelombang raksasa ditubuh matahari, yang dikarenakan karena adanya gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung itu akan mencapai tinggi yang luar biasa serta juga membentuk semacam lidah pijar yang sangat besar sekali, menjulur dari massa matahari serta juga merentang ke arah bintang besar tersebut.
Pada lidah yang panas tersebut terjadi suatu perapatan gas-gas serta juga akhirnya kolom-kolom tersebut akan pecah, lalu kemudian berpisah dan  menjadi benda-benda tersendiri, yakni planet-planet. Bintang besar yang tersebut menyebabkan penarikan dibagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan ke jagat raya, sehingga lama kelamaan  akan hilang pengaruhnya itu terhadap-planet yang berbentuk tadi.
Planet-planet tersebut akan berputar mengelilingi matahari serta juga akanmengalami proses pendinginan. Proses pendinginan tersebut berjalan dengan lambat diplanet-planet besar, seperti Yupiter serta juga Saturnus, sedangkan diplanet-planet kecil seperti Bumi, pendinginan tersebut berjalan relatif lebih cepat.
4. Hipotesis Peledakan Bintang
Teori tersebut dinyatakan oleh astronomi dari Inggris, Fred Hoyle ditahun 1956. Kemungkinan matahari tersebut mempunyai kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) serta juga pada mulanya berevolusi satu sama dengan yang lain. terdapat juga diantaranya yang memadat serta juga mungkin terjerat ke dalam orbit disekeliling matahari.
Banyak bintang yang meledak itu kemudian akan bebas di ruang angkasa. Teori tersebut didukung banyak ahli astronomi, disebabkan karena  banyak bintang ganda atau juga bintang kembar setelah diketahui memang ternyata ada.
5. Hipotesis Kuiper
Teori ini dinyatakan oleh Astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905-1973) ialah bahwa semesta terdiri atas formasi daro bintang-bintang. Menurut Gerard  ini, dua pusat yang memadat terus berkembang didalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen. Pusat yang 1(satu) lebih besar daripada pusat yang lainnya serta juga kemudian memadat dan menjadi bintang tunggal, yakni matahari.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar