Minggu, 16 April 2017

Tugas 2 : Asal Mula Kehidupan Di Bumi

II.  Asal Mula Kehidupan Di Bumi

      Tentunya kita sebagai manusia sering bertanya-tanya. “dari mana asal kehidupan di bumi?” pada hakikatnya jawaban atas pertanyaan it melahirkan banyak teori-teori tentang asal mula kehidupan di bumi, diantaranya adalah :
Ø  Teori Kreasi Khas (Special Creation)
Menyatakn bahwa kehidupan diciptakan oleh suatu zat supranatural.Teori menghubungkan kehidupan dengan hal mistik atau yang menyangkut dengan hal-hal ghaib.Teori mantap menyatakn bahwa kehidupan tidak memiliki asal-usul (keadaan mantap).Teori ini mempercayai bahwa kehidupan terjadi begitu saja tanpa sangkut paut denagn asal-usul.

Ø  Teori Kosmozoan
Menyatakn bahwa kehidupan berasal dari spora kehidupan yang datangnya dari luar angkasa.Pendapat ini lemah karna tidak ada bukti yang nyata dan konkrit.

Ø  Teori Generatio Spontanea
Menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta secara mendadak (spontan).

Ø  Teori Abiogenesis
Menyatakn bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup.Contoh ulat timbul sendirinya di bangkai tikus dan tikus muncul sendirinya dari gudang padi.Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup makhluk hidup sebelumnya.Maksudnya sudah ada makhluk awal yang sudah hidup lama, lalu makhluk tersebut memiliki keturunan sampai berlanjut hingga sekarang.

Ø  Teori naturalistik/Evolusi Organik/Neoabiogenesis/Oportunistik
Menyatakan bahwa kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan evolusi biologiberdasarkan pada konsep biologi modern. Perkembangan/pertumbuhan pada kimia dan biologi melalui proses panjang dan hal tersebut menghasilkan sebuah perubahan, dan perubahan tersebut menjadi makhluk hidup.


Adapun teori-teori yang berpendapat mengenai asal-usul kehidupan :
1.      Aristoteles
Aristoteles menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea).Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan lainnya.Teori dianut oleh banyak orang selama beberapa abad.
2.      Pasteur
Pasteur menyatakan makhluk hidup sebagai berikut :
“Omne Vivum Ex Ovo, omne Ovum ex Vivo, Omne Vivum Ex Vivo’’ yang berarti makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
3.      Teori Dentuman besar / Big Bang
Teori Big Bang menyatakan bahwa “seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak sxehingga seluruh materi mengembang karna pengaruh energi ledakan yang sangat besar”.
4.      Materialisme
Teori menyatakan bahwa semua yang ada adalah materi, dan bahwa semua kehidupan pada dasarnya adalah bentuk atau pengaturan yang kompleks dari materi. Empedokles (430 SM) berpendapat bahwa setiap hal di alam semesta terdiri dari kombinasi empat “elemen” abadi atau “akar dari semua” : bumi, air, udara, dan api. Semua perubahan dijelaskan oleh pengaturan dan penataan ulang dari empat elemen tersebut.Berbagai bentuk kehidupan disebabkan oleh campuran yang tepat dari unsur-unsur. Misalnya, pertumbuhan tanaman disebabkan oleh gerakan kebawah secara alami unsur bumi dan gerakan ke atas secara alami dari api.
5.      Teori Urey
Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari A.S mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2), dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan unsur-unsur penting yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup.Diduga karna adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos unsur-unsur itu mengadakan radiasi-radiasi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
6.      Teori Charles Darwin
Menurut teori Charles Darwin manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang di duga telah di mulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh di buat-buat ini, di tetapkan kelompok dasar sebagai berikut.
o Autralophitecus
o Homo habilis
o Homo erectus
o Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis di golongkan sebagai Australopithecus, yang berarti “kera dari selatan”.Australophitecus,yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, detemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebi8h besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemah. Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai “Australopithecus>Homo habilis> Homo sapiens”, evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.

Ø  Asal Usul Kehidupan Menurut Pandangan Agama Islam.
Di dalam Al-qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci dan Al-qur’an juga menyatakan dengan tegas bahwa manusia di ciptakan dari tanah liat. Sebagaimana firman Allah yang artinya :“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (Rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jafdikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah-Lah pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minuun 12-14).

Ungkapan ilmiah dari Al-qur’an dan hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia.Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al-qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai subtansi dasar kehidupan mjanusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah.
Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada didalam tubuh diantaranya menghasilkan hormone (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam Rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti yang dijelaskan dalam ayat di atas).

a.      Teori Tentang Proses Terbentuknya Bumi
Ø  Teori Kabut (Nebula)
Salah satu teori yang mengemukakan proses terbentuknya bumi adalah Teori Kabut (Nebula). Teori ini dicetuskan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755 dan Piere De Laplace pada tahun 1796.
Teori ini mengemukakan bahwa bumi ini terbentuk dari gas. Gas-gas ini awalnya memang sudah tersedia di alam raya, yang kemudian berkumpul membentuk kabut.Karena gas-gas tersebut masing-masing memiliki daya tarik yang sama-sama besar, oleh karena itu gas-gas tersebut membentuk kumpulan kabut yang sama-sama besar dan terlempar ke arah khatulistiwa membentuk planet-planet termasuk bumi.
Ø  Teori Planetesimal
Teori yang kedua yaitu teori planetisimal. Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas C. Chamberlain yang merupakan seorang pakar astronomi. Teori ini dikemukakan pada abad ke 20. Inti dari teori ini, bumi dan planet-planet lainnya terbentuk dari gas yang terlempar dari bagian tepi matahari, yang kemudian menjadi dingin dan padat.
Ø  Teori Pasang Surut Gas (Tidal)
Teori pasang surut gas dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. Teori ini berawal dari kisah ketika matahari masih berbentuk gas. Bagaimana kemudian bumi bisa terbentuk seperti sekarang?
Menurut teori ini, saat matahari masih berwujud gas tersebut, sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak yang cukup dekat, sehingga terjadi pasang surut gas di matahari.Pasang surut yang dimaksud, seperti pasang surut air laut yang terjadi di bumi. Lalu, karena kejadian itu, maka ada partikel-partikel matahari yang terlempar dan pada akhirnya membentuk bumi dan planet lainnya.
Ø  Teori Bintang Kembar
Seorang ahli astronomi bernama R.A Lyttleton, mengemukakan bahwa galaksi dan seluruh isinya, termasuk bumi berasal dari kombinasi bintang kembar. Kemudian salah satu dari bintang kembar itu pun meledak. Bintang yang meledak itu, akhirnya membentuk planet-planet, yang pada akhirnya mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.
Ø  Teori Big Bang
Teori ini mengungkapkan bahwa bumi terbentuk mulai dari puluhan milyar tahun yang lalu. Awalnya, bumi terbentuk dari gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Kemudian pada akhirnya gumpalan kabut itu meledak, mendingin dan memadat membentuk planet-planet.

b.      Perbedaan Teori Abiogenesis & Biogenesis
Ø  Abiogenesis
Abiogenesis adalah kepercayaan kuno tentang asal usul kehidupan. Hal ini juga dikenal sebagai teori generasi spontan kehidupan. Teori abiogenesis menyatakan bahwa asal-usul makhluk hidup adalah karena zat tak hidup, atau itu adalah insiden spontan. Namun, sampai sekarang para ilmuwan telah mampu mencapai teori ini dengan eksperimen.
Ø  Biogenesis
Biogenesis adalah teori yang diterima saat ini mengenai asal usul kehidupan baru. Teori biogenesis menyatakan bahwa asal usul kehidupan adalah karena sel-sel hidup yang sudah ada sebelumnya atau organisme. Louis Pasteur, Francesco Reddy, dan Lazzaro Spallanzani eksperimen yang membuktikan teori ini.
Ø  Perbedaan Abiogenesis dan Biogenesis
Abiogenesis menyatakan bahwa asal usul kehidupan adalah karena bahan tak hidup lain, atau merupakan mekanisme spontan, sedangkan biogenesis mengungkapkan bahwa asal usul kehidupan adalah karena organisme hidup lain yang sudah ada sebelumnya atau sel.

c.       Percobaan – Percobaan Yang Dilakukan Ilmuwan Pencetus Teori Asal Mula Kehidupan Di Bumi
Berikut adalah beberapa percobaan yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan pencetus teori asal mula kehidupan di bumi.

1.      Francesco Redi
Redi
Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu.
Labu I    :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka
Labu II   :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
Labu III  :  diisi daging segar dan ditutup rapat
Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut:
Labu I    :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
Labu II   :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
Labu III  :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung
Percobaan Francesco Redi
Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
2.      Lazzaro Spallanzani
spallanzani
Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:
Labu I   : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
Labu II  : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
percobaan spallanzani
Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
3.      Louise Pasteur
Pasteur
percobaan Pasteur
percobaan Pasteur
Pada percobaan Pasteur mikroorganisme terperangkap pada pipa S sehingga tidak bisa masuk ke dalam kaldu
percobaan Pasteur
Jika labu dimiringkan, dan kaldu sedikit meluap menyentuh bagian pipa S maka mikroorganisme terbawa masuk ke dalam kaldu. Mikroorganisme yang tumbuh menyebabkan kaldu menjadi keruh
Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu yang  disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati. Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Desain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur, mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari kemudian menyebabkan busuknya kaldu.
Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah ungkapan :
“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo”
yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.




d.      Jelaskan Apa Yang Dimaksud Efek Rumah Kaca
Ø  Pengertian efek rumah kaca
Pengertian efek rumah kaca adalah suatu peristiwa yang bersifat alamiah hal ini terjadi karena adanya akibat pantulan yang sangat panas pada dalam rumah kaca hal ini sering digunakan oleh para petani untuk menanam sayuran di musim dingin khususnya pada suatu negara yang telah mengenal empat buah musim. Peristiwa rumah kaca yaitu suatu keadaan dimana sinar matahari akan masuk ke dalam rumah kaca guna membantu terjadinya proses asimilasi itu.
Sisa panas yang dihasilkan dari energi matahari tersebut seharusnya segera untuk dikeluarkan ke atmosfer, lalu panasnya dipantulkan kembali oleh bilik kaca serta oleh atap kaca sehingga akan menghasilkan suhu udara yang ada di dalam bilik kaca atau suatu ruangan tersebut menjadi naik dan menghasilkan suasana yang hangat. Pantulan energi panas kembali ke ruangan yang akan menjadikan suatu suhu yang ada dalam ruangan itu menjadi hangat. Nah peristiwa inilah yang disebut dengan peristiwa efek rumah kaca. Seperti yang sudah saya katakana diatas, anda mungkin sudah sering sekali mendengar istilah rumah kaca akhir akhir ini, hal ini terjadi karena banyaknya penyebab. Pada uraian dibawah ini, akan saya jelaskan mengenai penyebab terjadinya rumah kaca.
Ø  Penyebab efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Ø  Energi yang masuk ke Bumi:
o   25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
o   25% diserap awan
o   45% diserap permukaan bumi
o   10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Ø  Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.




http://www.informasi-pendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-penyebab-rumah-kaca.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar