Senin, 01 Mei 2017

Geografi & Kehidupan Manusia

I.     GEOGRAFI & KEHIDUPAN MANUSIA

Hasil gambar untuk geografi

            A.       Persebaran Makhluk Hidup Di Muka Bumi
Faktor-faktor persebaran makhluk hidup di permukaan bumi yang tidak merata antara lain:
• Perbedaan iklim, suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin.
• Keadaan tanah, humus tanah, ukuran butir tanah, tingkat kegemburan, mineral hara (mineral    organik), air tanah, dan kandungan udara.
• Tinggi rendahnya permukaan bumi mempengaruhi pola penyinaran matahari.
• Tindakan manusia mempengaruhi bentang alam yang sudah ada. Contohnya : daerah tandus menjadi daerah hutan.

Ø  Persebaran komunitas Tumbuhan di Dunia
Pada tahun 1889 C. Hart Meeriem, seorang peneliti biologi alam, mengemukakan model persebaran tumbuhan berdasar variasi ketinggian pada Gunung San Fransisko dari kaki hingga puncaknya. Model tersebut ternyata sejalan dengan pola persebaran tumbuhan dari garis tropis ekuator hingga ke arah utara maupun selatan. karena tempetaratur berubah sesuai dengan ketinggian sebagaimana pula garis lintang (latitude) selatan dan utara, maka Meeriem berkesimpulan bahwa tipe tumbuhan pada suatu daerah dipengaruhi oleh temperatur. curah hujan yang tinggi dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman besar. sebaliknya, semakin kita bergerak ke daerah dengan curah hujan rendah tumbuhan akan didominasi oleh tumbuhan kecil, belukar, padang rumput, dan akhirnya kaktus atau tanaman padang pasir lainnya.

Ø  Penyebaran Komunitas Fauna di Dunia
Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap keadaan tumbuh-tumbuhan, sedangkan keadaan tumbuh-tumbuhan mempengaruhi adanya jenis-jenis fauna tertentu. Keadaan fauna di tiap-tiap daerah (bioma) tergantung pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat diberikan daerah itu untuk memberi makanan. Secara langsung atau tidak, iklim sangant berpengaruh pula pada penyebaran fauna. Akibat pengaruh iklim terdapatlah fauna pegunungan, fauana dataran rendah, fauna padang rumput (sabana), fauna hutan tropis, dan lain sebaginya.
Fauna di daerah padang rumput Di daerah padang rumput lebih banyak terdapat spesies-spesies hewan bila dibandingkan dengan habitat darat lainnya. Hewan pemakan rumput yang besar-besar, misalnya zebra di Afrika, kanguru di Australia, dan bison di Amerika merupakan konsumen primer di padang rumput. Predator yang terdapat di padang rumput seperti singa dan anjing liar memangsa herbivora besar, sedangkan ular memangsa herbivora kecil. Selain vertebrata herbivora, dipadang rumput banyak juga terdapat insekta, misalnya belalang dan capung.
Fauna di daerah gurun Hewan-hewan kecil di daerah gurun hidup dalam lubang. Hewan-hewan itu akan keluar untuk mencari mangsa pada pagi atau malam hari. Hewan-hewan gurun beradaptasi terhadap lingkungan yang panas dan gersang. Mamalia besar jarang yang bisa hidup di daerah gurun. Hewan besar sukar menyesuaikan diri terhadap suhu tinggi dan ketiadaan air. Satu diantara jenis hewan besar yang mampu bertahan hidup dengan baik di daerah panas adalah unta. Jenis hewan yang banyak terdapat di gurun adalah ular, rodentia, dan kadal.
Fauna di daerah tundra Urutan bioma dari daerah ekuator ke kutub, sama dengan urutan bioma dari daratan di daerah ekuator ke arah vertikal. Kearah vertical (meninggi), suhu dan curah hujan menentukan komunitas. Urutan bioma dari suatu gunung tinggi yang terdapat di daerah tropika adalah hutan gugur, hutan konifer, tundra, dan lumut. Beberapa hewan yang hidup di bioma tundra ada yang hidup menetap dan ada pula yang hanya datang di daerah itu pada musim panas saja untuk bertelur. Hewan yang hidup menetap di daerah ini, baik jenis burung maupun mamlia, mempunyai bulu atau rambut yang tebal. Bulu tebal ini berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari suhu rendah. Untuk perlindungan terhadap suhu rendah, hewan-hewan itu mengalami perubahan warna, yakni menjadi putih pada musim dingin. Warna putih tersebut merupakan warna pelindung di atas salju dan juga mengurangi kehilangan panas oleh radiasi matahari. Herbivora yang besar, misalnya muskox dan reindeer, mendapat cukup makanan, yaitu lumut dan lichenes. Jumlah spesies makhluk hidup yang menetap di daerah tundra sangat sedikit. Bahkan, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah spesies yang hidup di gurun. Makin ke arah kutub dari daerah tundra terdapat es. Di daerah ini hewan yang dapat hidup adalah hewan-hewan seperti walrus, seal, dan penguin yang berbulu tebal. Hewan mamalia lain yang dapat hidup di tundra adalah beruang kutub, kelinci kutub, dan lemur. Sementara jenis serangga sangat banyak, khususnya lalat yang telurnya tahan dingin dan telur-telur tersebut menetas pada musim panas.
Fauna di daerah hutan basah Hewan-hewan hutan basah tropika yang sering kita jumpai adalah babi hutan, kera, burung, kucing hutan, bajing, dan lain sebaginya. Apabila kita masuk hutan tropika yang gelap pada siang hari, kita tidak menjumpai banyak hewan. Seakan-akan hutan tersebut tidak dihuni oleh hewan. Hal ini disebabkan karena gelapnya dasar hutan dan hewan pada waktu siang banyak yang hidup di daerah tudung. Dengan demikan, tidak terlihat dari bawah. Selain itu, banyak hewan di hutan tersebut yang beraktivitas di malam hari. Suatu contoh keadaan ekologi yang sama walaupun letak geografis daerahnya berjauhan adalah bahwa herbivora menjadi buruan dari karnivora. Contoh karnivora di daerah Asia-Afrika adalah macan tutul, sedangkan di Amerika adalah jaguar.
Fauna di daerah hutan gugur Beberap hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa, raccoon, tupai, rubah, dan burung pelatuk.
Fauna di daerah taiga Kebanyakan burung yang hidup di daerah taiga adalah burung yang berimigrasi ke selatan pada waktu musim gugur. Hewan yang khas terdapat di taiga adalah moose. Ada juaga hewan yang lain walaupun tidak banyak, seperti beruang hutan, ajag, dan marten.


B. Pembagian wilayah Berdasarkan Iklim
Ø  Pembagian Iklim
Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
a.
Iklim Matahari
Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. 


Untuk lebih memperdalam pemahaman tentang pembagian iklim matahari tersebut di atas dapat Anda pelajari pada uraian berikut.
1)
Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
o    Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal.
o    Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
o    Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
o    Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
o    Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
2)
Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.
Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
o    Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
o    Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
o    Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
3)
Iklim Sedang
Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:
o    Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
o    Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
4)
Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
o    Musim dingin berlangsung lama.
o    Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
o    Udaranya kering.
o    Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
o    Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
o    Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
o    Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
o    Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.

Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
o    Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
o    Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.
b.
Iklim Fisis
Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.
Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).
1)
Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
o    Suhu rata-rata tahunan rendah;
o    Amplitudo suhu harian rendah/kecil;
o    Banyak awan, dan
o    Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o    Amplituda suhu harian dan tahunan kecil;
o    Banyak awan;
o    Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;
o    d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.


2)
Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan
o    Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu tahunan besar;
o    Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan
o    Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
3)
Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;
o    Udara kering,
o    Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
o    Jarang turun hujan.
4)
Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;
o    Terdapat di daerah sedang;
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;
o    Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;
o    Kadang banyak turun salju.
5)
Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a) Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.
Selain pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain:

a.
Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
Ø  Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
·           Suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
·           Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
·           Curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
·           Tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.

Ø  Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
·         Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa);
·         Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar;

Ø  Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah;
·           Suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.

Ø  Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
·           Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
Ø  Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
1.  Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
     (1) Af = Iklim panas hujan tropis.
     (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
    (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
    (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
2.  Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
     (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim
 lembab dari iklim A, C, dan D.
     (2) BW = Iklim gurun.
3.   Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
      (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
      (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk
       (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
4.  Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
     (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
     (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
5.   Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
      (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
      (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.

Perlu Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.
Af dan Am
=
terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
Aw
=
terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
C
=
terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
D
=
terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
b.
Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Perhatikan pada gambar di bawah ini.
Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
1.  Daerah panas/tropis
Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
2.  Daerah sedang
Tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
3.  Daerah sejuk
Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
4.  Daerah dingin
Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
c.
Pembagian Iklim Menurut Mohr
Mohr membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu menjadi tiga golongan sebagai berikut:
1.  Bulan kering (BK), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.
2.  Bulan sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 – 90 mm.
3.  Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas.
  4.  Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang sampai ke permukaan bumi kurang dari 60 mm.
5.  Bulan basah (BB), yaitu curah hujan yang sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.

C. Persebaran Fauna di Indonesia
Persebaran fauna Indonesia sangat erat hubunganya dengan sejarah geologi wilayah Indonesia. Secara geologi, Indonesia terbagi atas 2 landasan kontinenya itu bagian barat yang meliputi dangkalan sunda meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Dan pulau-pulau kecil di sekitarnya karena Indonesia merupakan Negara kepulauan. Pada Zaman esglasial sekitar satu juta tahun yang lalu, keempat pulau tersebut menyatu dengan Benua Asia. Yang kedua yaitu Indonesia bagian timur yang disebut juga dagkalan sahul meliputi Irian menjadi satu daratan dengan Australia. Adapun pulau Indonesia yang berada di tengah meliputi Sulawesi, Maluku, Nusa tenggara adalah wilayah yang tidak termasuk kedalam 2 landasan kontinen tersebut, dan wilayah ini disebut dengan wilayah Austral Asiatis. Baru setelah masa glacial berakhir, laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Selat Malaka, dan sebagian laut Cina selatan kembali tergenang air.
Adapun bukti-bukti bahwa Dangkalan Sunda pada zaman glacial menjadi satu daratan dengan Benua Asia yaitu:
a. Spesies ikan di sungai-sungai Sumatera sekarang sama dengan spesies ikan yang  hidup disungai Kalimantan Barat.
b. Jenis hewan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa sama dengan jenis di benua Asia.
Di masa glacial Dangkalan Sunda dan pulau-pulau Indonesia bagian barat menjadi satu dengan daratan Benua Asia, dan Irian satu daratan dengan benua Australia, sementara laut-laut dalam di sekitar Sulawesi dan kep. Maluku tergenang air, akibatnya:
a. Spesies hewan di daratan Irian sama dengan di daratan Australia.
b. Migrasi hewan di Sulawesi dan pulau-pulau yang ada di Maluku tidak terjadi, sehingga hewan asli seperti Anoa, dan babirusa di Sulawesi dan komodo tidak dijumpai di Indonesia barat dan Timur.
Alfred Rusel Wallace adalah seorang peneiti yang melakukan penelitian keadaan fauna di wilayah barat membuat batas pemisah wilayah penyebaran hewan Asiatis yang dimulai dari selat Lombok, Selat Makassar dan Selat Mindanao yang kemudian terkenal dengan nama “Garis Wallace”. Di bagian Timur weber melakukan penelitian keadaan fauna di pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku.
Kesimpulanya adalah sebagai berikut:
§ Fauna Sulawesi dan Kepulauan Maluku berupa campuran dari fauna Indonesia Barat
   dan Timur
§ Di Indonesia bagian tengah terdapat hewan khas Indonesia seperti: Komodo, Anoa,
   Babirusa, BurungMaleo.

Ø  Persebaran Fauna di 3 Wilayah Geologi Indonesia
1. Daerah Indonesia Barat
§ Harimau terdapat du Jawa, Madura dan Bali
§ Beruang terdapat di Sumatera dan Kalimantan
§ Gajah terdapat di hutan Sumatera (mirip gajah India)
§ Badak terdapat di Sumatera dan Jawa (mirip badak Malaysia, Thailand)
§ Banteng terdapat di Jawa dan Kalimantan
§ Mawas atau orang utan terdapat di Sumatera dan Kalimantan
§ Siamang terdapat di Sumatera
§ Tapir terdapat di Sumatera dan Kalimantan

Di daerah tersebut juga terdapat Kijang yaitu pada daerah Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Ada juga hewan Kancil pelanduk yang berada si daerah Sumatera, kepulauan Karimata. Terenggiling berada di daerah Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan, Buaya(Sumatera dan Kalimantan), Ikan Lumba-Lumba Pesut terdapat di sungai Mahakam Kalimantan timur.

2. Indonesia Tengah
§ Biawak Komodo eterdapat di pulau komodo.
§ Anoaada di Sulawesi.
§ Babirusa dengan taring panjang yang melengkung terdaoat di Sulawesi dan Maluku Barat.
§ Burung Maleo terdapat di Sulawesi dan Kepulauan sangihe.


3. Indonesia Timur
§ Kanguru pohon terdaoat di papua.
§ Tikus berkantong, musang berkantong terdapat di Maluku sebelah Timur dan Papua.
§ Burung Cendrawasih terdapat di Papua, Aru, dan Pulau Seram.
§ Burung Kakatua berjambul merah dan berjambul putih terdapat di Maluku



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar