I.
GEOGRAFI &
KEHIDUPAN MANUSIA

A. Persebaran
Makhluk Hidup Di Muka Bumi
Faktor-faktor
persebaran makhluk hidup di permukaan bumi yang tidak merata antara lain:
•
Perbedaan iklim, suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin.
• Keadaan tanah, humus tanah, ukuran butir
tanah, tingkat kegemburan, mineral hara (mineral organik), air
tanah, dan kandungan udara.
•
Tinggi rendahnya permukaan bumi mempengaruhi pola penyinaran matahari.
• Tindakan manusia mempengaruhi bentang
alam yang sudah ada. Contohnya : daerah tandus menjadi daerah hutan.
Ø Persebaran
komunitas Tumbuhan di Dunia
Pada tahun 1889 C. Hart Meeriem,
seorang peneliti biologi alam, mengemukakan model persebaran tumbuhan berdasar
variasi ketinggian pada Gunung San Fransisko dari kaki hingga puncaknya. Model
tersebut ternyata sejalan dengan pola persebaran tumbuhan dari garis tropis
ekuator hingga ke arah utara maupun selatan. karena tempetaratur berubah sesuai
dengan ketinggian sebagaimana pula garis lintang (latitude) selatan dan utara,
maka Meeriem berkesimpulan bahwa tipe tumbuhan pada suatu daerah dipengaruhi
oleh temperatur. curah hujan yang tinggi dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
tanaman besar. sebaliknya, semakin kita bergerak ke daerah dengan curah hujan
rendah tumbuhan akan didominasi oleh tumbuhan kecil, belukar, padang rumput,
dan akhirnya kaktus atau tanaman padang pasir lainnya.
Ø Penyebaran
Komunitas Fauna di Dunia
Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap
keadaan tumbuh-tumbuhan, sedangkan keadaan tumbuh-tumbuhan mempengaruhi adanya
jenis-jenis fauna tertentu. Keadaan fauna di tiap-tiap daerah (bioma)
tergantung pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat diberikan daerah itu untuk
memberi makanan. Secara langsung atau tidak, iklim sangant berpengaruh pula
pada penyebaran fauna. Akibat pengaruh iklim terdapatlah fauna pegunungan,
fauana dataran rendah, fauna padang rumput (sabana), fauna hutan tropis, dan
lain sebaginya.
Fauna di daerah padang rumput Di
daerah padang rumput lebih banyak terdapat spesies-spesies hewan bila
dibandingkan dengan habitat darat lainnya. Hewan pemakan rumput yang
besar-besar, misalnya zebra di Afrika, kanguru di Australia, dan bison di
Amerika merupakan konsumen primer di padang rumput. Predator yang terdapat di
padang rumput seperti singa dan anjing liar memangsa herbivora besar, sedangkan
ular memangsa herbivora kecil. Selain vertebrata herbivora, dipadang rumput
banyak juga terdapat insekta, misalnya belalang dan capung.
Fauna di daerah gurun Hewan-hewan
kecil di daerah gurun hidup dalam lubang. Hewan-hewan itu akan keluar untuk
mencari mangsa pada pagi atau malam hari. Hewan-hewan gurun beradaptasi
terhadap lingkungan yang panas dan gersang. Mamalia besar jarang yang bisa
hidup di daerah gurun. Hewan besar sukar menyesuaikan diri terhadap suhu tinggi
dan ketiadaan air. Satu diantara jenis hewan besar yang mampu bertahan hidup
dengan baik di daerah panas adalah unta. Jenis hewan yang banyak terdapat di
gurun adalah ular, rodentia, dan kadal.
Fauna di daerah tundra Urutan bioma
dari daerah ekuator ke kutub, sama dengan urutan bioma dari daratan di daerah
ekuator ke arah vertikal. Kearah vertical (meninggi), suhu dan curah hujan
menentukan komunitas. Urutan bioma dari suatu gunung tinggi yang terdapat di
daerah tropika adalah hutan gugur, hutan konifer, tundra, dan lumut. Beberapa
hewan yang hidup di bioma tundra ada yang hidup menetap dan ada pula yang hanya
datang di daerah itu pada musim panas saja untuk bertelur. Hewan yang hidup
menetap di daerah ini, baik jenis burung maupun mamlia, mempunyai bulu atau
rambut yang tebal. Bulu tebal ini berfungsi untuk melindungi tubuhnya dari suhu
rendah. Untuk perlindungan terhadap suhu rendah, hewan-hewan itu mengalami
perubahan warna, yakni menjadi putih pada musim dingin. Warna putih tersebut
merupakan warna pelindung di atas salju dan juga mengurangi kehilangan panas
oleh radiasi matahari. Herbivora yang besar, misalnya muskox dan reindeer,
mendapat cukup makanan, yaitu lumut dan lichenes. Jumlah spesies makhluk hidup
yang menetap di daerah tundra sangat sedikit. Bahkan, lebih sedikit
dibandingkan dengan jumlah spesies yang hidup di gurun. Makin ke arah kutub
dari daerah tundra terdapat es. Di daerah ini hewan yang dapat hidup adalah
hewan-hewan seperti walrus, seal, dan penguin yang berbulu tebal. Hewan mamalia
lain yang dapat hidup di tundra adalah beruang kutub, kelinci kutub, dan lemur.
Sementara jenis serangga sangat banyak, khususnya lalat yang telurnya tahan
dingin dan telur-telur tersebut menetas pada musim panas.
Fauna di daerah hutan basah Hewan-hewan
hutan basah tropika yang sering kita jumpai adalah babi hutan, kera, burung,
kucing hutan, bajing, dan lain sebaginya. Apabila kita masuk hutan tropika yang
gelap pada siang hari, kita tidak menjumpai banyak hewan. Seakan-akan hutan
tersebut tidak dihuni oleh hewan. Hal ini disebabkan karena gelapnya dasar
hutan dan hewan pada waktu siang banyak yang hidup di daerah tudung. Dengan
demikan, tidak terlihat dari bawah. Selain itu, banyak hewan di hutan tersebut
yang beraktivitas di malam hari. Suatu contoh keadaan ekologi yang sama
walaupun letak geografis daerahnya berjauhan adalah bahwa herbivora menjadi
buruan dari karnivora. Contoh karnivora di daerah Asia-Afrika adalah macan
tutul, sedangkan di Amerika adalah jaguar.
Fauna di daerah hutan gugur Beberap
hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa, raccoon, tupai,
rubah, dan burung pelatuk.
Fauna di daerah taiga Kebanyakan
burung yang hidup di daerah taiga adalah burung yang berimigrasi ke selatan
pada waktu musim gugur. Hewan yang khas terdapat di taiga adalah moose. Ada
juaga hewan yang lain walaupun tidak banyak, seperti beruang hutan, ajag, dan
marten.
B.
Pembagian
wilayah Berdasarkan Iklim
Ø Pembagian
Iklim
Iklim di suatu daerah berkaitan erat
dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak
garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
|
a.
|
Iklim
Matahari
Iklim
matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh
permukaan bumi.
|
|
|
|
Untuk lebih memperdalam pemahaman tentang
pembagian iklim matahari tersebut di atas dapat Anda pelajari pada uraian
berikut.
|
1)
|
Iklim
Tropis
Iklim
tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri
iklim tropis adalah sebagai berikut:
o Suhu
udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal.
o Umumnya
suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu
tahunannya mencapai 30°C.
o Amplitudo
suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan
ampitudo hariannya lebih besar.
o Tekanan
udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
o Hujan
banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
|
|
2)
|
Iklim
Sub Tropis
Iklim
sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan
antara iklim tropis dan iklim sedang.
Ciri-ciri
iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
o Batas
yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah
iklim tropis ke iklim sedang.
o Terdapat
empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin
pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak
terlalu panas.
o Suhu
sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu
dingin.
Daerah
sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya
kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim
panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
|
|
3)
|
Iklim
Sedang
Iklim
sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah
sebagai berikut:
o Banyak
terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering
berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering
terjadi badai secara tiba-tiba.
o Amplitudo
suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan
dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
|
|
4)
|
Iklim
Dingin (Kutub)
Iklim
dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula
sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan
iklim es.
Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
o Musim
dingin berlangsung lama.
o Musim
panas yang sejuk berlangsung singkat.
o Udaranya
kering.
o Tanahnya
selalu membeku sepanjang tahun.
o Di
musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
o Di
musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan
tanah.
o Vegetasinya
jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
o Wilayahnya
meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan
Greenland, dan pantai utara Siberia.
Sedangkan
ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
o Suhu
terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
o Wilayahnya
meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub
selatan.
|
|
b.
|
Iklim
Fisis
Iklim
fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka
bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah
tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi,
angin, dan curah hujan.
Iklim
fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi,
iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).
|
|
1)
|
Iklim
laut (Maritim)
Iklim
laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang.
Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri
iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah
sebagai berikut:
o Suhu
rata-rata tahunan rendah;
o Amplitudo
suhu harian rendah/kecil;
o Banyak
awan, dan
o Sering
hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri
iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o Amplituda
suhu harian dan tahunan kecil;
o Banyak
awan;
o Banyak
hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;
o d)
Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan
tiba-tiba.
|
|
|
|
|
2)
|
Iklim
Darat (Kontinen)
Iklim
darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang.
Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40,
yaitu sebagai berikut:
o Amplitudo
suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan
o Curah
hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.
Ciri
iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
o Amplitudo
suhu tahunan besar;
o Suhu
rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan
o Curah
hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
|
|
3)
|
Iklim
Dataran Tinggi
Iklim
ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
o Amplitudo
suhu harian dan tahunan besar;
o Udara
kering,
o Lengas
(kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
o Jarang
turun hujan.
|
|
4)
|
Iklim
Gunung
Iklim
gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya,
yaitu sebagai berikut:
o Amplitudo
suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;
o Terdapat
di daerah sedang;
o Amplitudo
suhu harian dan tahunan kecil;
o Hujan
banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;
o Kadang
banyak turun salju.
|
|
5)
|
Iklim
Musim (Muson)
Iklim
ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah
tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a)
Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
b) Setengah tahun berikutnya bertiup
angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.
|
Selain
pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini
akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain:
|
a.
|
Pembagian
Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli
ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan
suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar
pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan
ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok.
Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
Ø Iklim
A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
·
Suhu rata-rata bulanan tidak kurang
dari 18°C,
·
Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
·
Curah hujan rata-rata lebih dari 70
cm/tahun, dan
·
Tumbuhan yang tumbuh beraneka
ragam.
Ø Iklim
B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
·
Terdapat di daerah gurun dan daerah
semiarid (steppa);
·
Curah hujan terendah kurang dari
25,4/tahun, dan penguapan besar;
Ø Iklim
C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah;
·
Suhu rata-rata bulan terdingin
antara 18° sampai -3°C.
Ø Iklim
D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
·
Rata-rata bulan terpanas lebih dari
10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
Ø Iklim
E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika,
suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin
kurang dari – 3°C.
Dari
kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi
beberapa macam iklim, yaitu:
1. Daerah
iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
(1) Af = Iklim panas hujan tropis.
(2)
As = Iklim savana dengan musim panas kering.
(3)
Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
(4)
Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
2. Daerah
iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
(1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan
iklim
lembab dari iklim A, C, dan D.
(2) BW = Iklim gurun.
3. Daerah
iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
(1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim
lembab agak panas kering.
(2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau
iklim lembab dan sejuk
(3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan
hujan pada semua bulan.
4. Daerah
iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
(1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan
musim dingin yang kering.
(2) Df = Iklim sedang (darat) dengan
musim dingin yang lembab.
5. Daerah
iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
(1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan
terpanas antara 0( sampai 10(C.
(2) Ef = Iklim salju , iklim dimana
terdapat es abadi.
Perlu
Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af,
Aw, Am, C, dan D.
|
||||||||||||
|
b.
|
Pembagian
Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn
pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan
kehidupan tumbuh-tumbuhan. Perhatikan pada gambar di bawah ini.
|
Menurut
Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
1. Daerah
panas/tropis
Tinggi
tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti
padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
2. Daerah
sedang
Tinggi
tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti
padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
3.
Daerah sejuk
Tinggi
tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya
seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
4.
Daerah dingin
Tinggi
tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya
tidak ada tanaman budidaya.
|
c.
|
Pembagian
Iklim Menurut Mohr
Mohr membagi iklim berdasarkan curah
hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu menjadi tiga golongan sebagai
berikut:
1. Bulan kering (BK), yaitu jumlah
rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.
2. Bulan sedang (BS, yaitu jumlah
rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 – 90 mm.
3. Bulan basah (BB), yaitu
jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas.
|
|
4.
Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang sampai ke permukaan bumi
kurang dari 60 mm.
5. Bulan basah (BB), yaitu curah
hujan yang sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.
|
C.
Persebaran Fauna di Indonesia
Persebaran fauna Indonesia sangat erat
hubunganya dengan sejarah geologi wilayah Indonesia. Secara geologi, Indonesia
terbagi atas 2 landasan kontinenya itu bagian barat yang meliputi dangkalan
sunda meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Dan pulau-pulau kecil di
sekitarnya karena Indonesia merupakan Negara kepulauan. Pada Zaman esglasial
sekitar satu juta tahun yang lalu, keempat pulau tersebut menyatu dengan Benua
Asia. Yang kedua yaitu Indonesia bagian timur yang disebut juga dagkalan sahul
meliputi Irian menjadi satu daratan dengan Australia. Adapun pulau Indonesia
yang berada di tengah meliputi Sulawesi, Maluku, Nusa tenggara adalah wilayah
yang tidak termasuk kedalam 2 landasan kontinen tersebut, dan wilayah ini
disebut dengan wilayah Austral Asiatis. Baru setelah masa glacial berakhir,
laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Selat Malaka, dan sebagian laut Cina
selatan kembali tergenang air.
Adapun
bukti-bukti bahwa Dangkalan Sunda pada zaman glacial menjadi satu daratan
dengan Benua Asia yaitu:
a. Spesies ikan di sungai-sungai Sumatera
sekarang sama dengan spesies ikan yang hidup
disungai Kalimantan Barat.
b.
Jenis hewan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa sama dengan jenis di benua Asia.
Di masa glacial Dangkalan Sunda dan
pulau-pulau Indonesia bagian barat menjadi satu dengan daratan Benua Asia, dan
Irian satu daratan dengan benua Australia, sementara laut-laut dalam di sekitar
Sulawesi dan kep. Maluku tergenang air, akibatnya:
a.
Spesies hewan di daratan Irian sama dengan di daratan Australia.
b. Migrasi hewan di Sulawesi dan
pulau-pulau yang ada di Maluku tidak terjadi, sehingga hewan asli seperti Anoa,
dan babirusa di Sulawesi dan komodo tidak dijumpai di Indonesia barat dan
Timur.
Alfred
Rusel Wallace adalah seorang peneiti yang melakukan penelitian keadaan
fauna di wilayah barat membuat batas pemisah wilayah penyebaran hewan Asiatis
yang dimulai dari selat Lombok, Selat Makassar dan Selat Mindanao yang kemudian
terkenal dengan nama “Garis Wallace”. Di bagian Timur weber melakukan penelitian
keadaan fauna di pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku.
Kesimpulanya
adalah sebagai berikut:
§ Fauna
Sulawesi dan Kepulauan Maluku berupa campuran dari fauna Indonesia Barat
dan Timur
§ Di
Indonesia bagian tengah terdapat hewan khas Indonesia seperti: Komodo, Anoa,
Babirusa, BurungMaleo.
Ø Persebaran Fauna di 3 Wilayah Geologi
Indonesia
1. Daerah Indonesia Barat
§ Harimau
terdapat du Jawa, Madura dan Bali
§ Beruang
terdapat di Sumatera dan Kalimantan
§ Gajah
terdapat di hutan Sumatera (mirip gajah India)
§ Badak
terdapat di Sumatera dan Jawa (mirip badak Malaysia, Thailand)
§ Banteng
terdapat di Jawa dan Kalimantan
§ Mawas
atau orang utan terdapat di Sumatera dan Kalimantan
§ Siamang
terdapat di Sumatera
§ Tapir
terdapat di Sumatera dan Kalimantan
Di daerah tersebut juga terdapat Kijang yaitu
pada daerah Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Ada juga hewan Kancil
pelanduk yang berada si daerah Sumatera, kepulauan Karimata. Terenggiling berada
di daerah Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan, Buaya(Sumatera dan
Kalimantan), Ikan Lumba-Lumba Pesut terdapat di sungai Mahakam
Kalimantan timur.
2. Indonesia Tengah
§ Biawak
Komodo eterdapat di pulau komodo.
§ Anoaada
di Sulawesi.
§ Babirusa dengan taring panjang yang
melengkung terdaoat di Sulawesi dan Maluku Barat.
§ Burung
Maleo terdapat di Sulawesi dan Kepulauan sangihe.
3. Indonesia Timur
§ Kanguru
pohon terdaoat di papua.
§ Tikus berkantong, musang berkantong
terdapat di Maluku sebelah Timur dan Papua.
§ Burung
Cendrawasih terdapat di Papua, Aru, dan Pulau Seram.
§ Burung
Kakatua berjambul merah dan berjambul putih terdapat di Maluku
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar