Selasa, 22 November 2016

BAB 6: MANUSIA DAN HARAPAN



                     Hasil gambar untuk CONTOH KASUS       MANUSIA DAN HARAPAN 

     MANUSIA DAN HARAPAN

6.1    PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan  meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan,baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud,maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh dan wajib selalu berdoa. Karena dua hal tersebut adalah sarana terkabulnya harapan.

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu itu terjadi. Sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Contoh :
·         Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan didalan ujian semester mendapatkan angka yang baik.
·         Hadi seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.

Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadi aialah terjadinya sebuah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Jadi,untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk,sedangkan cita-cita,maka harapan mengandung pengertian tidakterlalu muluuk:sedangkan cita –cita pada umumnya perlu setinggi bintang .Antar haapan dan cita –cita terdapat persamaan yaitu:
·         Keduanya menyangut masa depan karena belum terwujud
·         Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang-orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

6.2  PENYEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk social. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dlam suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah-tengah manusia itulah,seseorang dapat hidup dan berkembang fisik/jasmani/maupun mental/spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain,yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat ,keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis,bergembira,berpikir,berjalan,berkata,mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Kodrat juga terdapat pada bintang dan tumbuh-tumbuhan,karena bintang dan tumbuhan juga perlu makan,berkembang biak dan mati. Perbedaan antara dua makhluk itu ialah ,bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang benar dan mana yang salah,dan dengan kehendaknya manusia dapa memilih.
Dengan kodrat ini,maka manusia mempunyai harapan.
Dorongan kebutuhan hidup
            Kebutuhan hidup pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan,kemampuan manusia sangat terbatas,baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
            Menurut Abraham Maslow ,sesuia dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah:
a)      Kelangsunga hidup
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang,pangan,papan(tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
b)      Keamanan (safety)
Setiap orang membutuhkan keamanan. Bahkan sejak manusia itu lahir. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang Nampak,secara moral pun orang lain dapat member rasa aman. Dalam hal ini contohnya agama,walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya,keyakina bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban.dengan pertumbuhan manusia akan tumbuh pula kesdaran akan hak dan kewajiban.
d)     Diakui lingkungan (status)
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa,untuk apa,mengapa manusia hidup.
e)      Perwujudan cita-cita
Manusia berharap diakui keberadannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya ata profesinya. Manusia akan mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebantannya.

6.3  KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya adalah keyakinan masing-masing.

6.4  KEBENARAN
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya,karena mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupkan focus dari segala pikiran,sikap,dan perasaan.
Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri,ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)        Teori koherensi atau konsistensi
Suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya ynag dianggap benar.
Contoh: setiap manusia akan mati. Paul mausia,Paul akan mati.
2)        Teori korespondensi
Suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan pernyataan itu berkoresponden dengan obyak yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh: Jakarta itu ibukota republik Indonesia.
3)        Teori pragmatis
Bila pernyataan tersebut bersifat fungsional maka pernyataan tersebut dianggap benar.


6.5     KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia.Kepercayaan itu dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri,menganggap dirinya tidak salah,dirinya menang,dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.      Kepercayaan pada orang lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu  percaya terhadap kata hatinya,perbuatan yang sesuai dengan kata hati,atau terhadap kebenarannya.
3.       Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika,filsafat tingkah laku karya Prof. Ir. Poedjawiyatna,Negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia,atau setidaknya Tuhan memiliki kedaulatan sejati karena semua adalah ciptaan Tuhan.
4.      Kerpercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting,karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya,tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan atau pengakuan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya terhadap Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi,kondisi,situasi,dan lingkungan, usaha itu antara lain:
a)      Meingkatkan etaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)      Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c)      Meingkatkan kecintaan kepada sesame manusi dengan jalan suka menolong,dermawa,dsb.
d)     Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e)      Menekan perasaan negative seperti iri,dengki,fitnah,dsb.

6.6   CONTOH KASUS

BOS dan Harapan Sekolah Gratis
BOS (bantuan operasional sekolah) merupakan dana kompensasi dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) yang bergulir sejak Maret lalu. Sektor pendidikan awalnya hanya mendapat jatah Rp4,13 triliun dari total Rp17,8 triliun dana yang disediakan pemerintah. Dana ini rencananya akan dibagikan dalam bentuk beasiswa kepada 9,69 juta siswa, masing-masing untuk sekolah dasar (SD) Rp25 ribu, sekolah menengah pertama (SMP) Rp65 ribu, serta sekolah menengah atas (SMA) Rp120 ribu.
Dirjen Dikdasmen Depdiknas Indra Djati Sidi waktu itu mengategorikan 9,6 juta siswa miskin menjadi tiga kelompok penerima beasiswa. Kelompok pertama untuk siswa miskin, jenis beasiswanya berupa bantuan khusus murid (BKM). Kelompok kedua adalah siswa putus sekolah, akan mendapat beasiswa retrieval, dan kelompok terakhir adalah pelajar yang tidak mampu melanjutkan sekolah namun masih memiliki minat belajar, diberi beasiswa transisi.
Akan tetapi, usulan pemerintah tersebut mendapat penolakan dari masyarakat termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan alasan dianggap diskriminatif. Selain itu juga belajar dari tahun-tahun sebelumnya, model yang digulirkan pemerintah sangat mudah diselewengkan, terutama oleh penyelenggara di daerah dan sekolah.
Akhirnya Panitia Kerja DPR dalam RAPBN-P 2005 sepakat mengubah pola pemberian dana kompensasi menjadi program sekolah gratis di SD dan SMP dalam bentuk biaya operasional sekolah. Beasiswa hanya diberikan pada tingkat SMA dan sederajat dalam bentuk bantuan khusus murid (BKM). Total dana yang disediakan pun bertambah menjadi Rp6,272 triliun.

Sumber :
Ilmu budaya dasar E-book.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar