Sistem

Sistem adalah
suatu kesatuan usaha yang terdiri dan bagian-bagian yang berkaitan satu sama
lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
Pengertian tersebut mencerminkan adanya beberapa bagian dan hubungan antar
bagian, ini menunjukkan kompleksitas dan sistem yang meliputi kerja sama antara
bagian yang interdependen satu sama lain. Selain itu, dapat dilihat bahwa
sistem berusaha mencapai tujuan. Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya
dinamika, perubahan yang terus menerus penlu dikembangkan dan dikendalikan.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa sistem sebagai gugus dan elemen-elemen yang
saling berinteraksi secara teratur dalam rangka mencapai tujuan atau sub
tujuan (Marimin, Tanjung, & Prabowo, 2006).
Menurut Fatta
dan Hanif (2006), secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu
kumpulan atau himpunan dan unsur atau variabel-variabel yang saling
terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Kusrini (2007) mengatakan bahwa sistem
adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan
tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan
untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Menurut Ida
(2008), sistem adalah kumpulan komponen di mana masing-masing komponen memiliki
fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu
kesatuan yang utuh dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan
penjelasan di atas dapat disimpulkan sistem adalah himpunan dan unsur atau
variabel-variabel atau komponen fungsional yang saling berinteraksi menjadi
kesatuan utuh berusaha untuk mencapai tujuan suatu tujuan dalam satu lingkungan
kompleks.
Informasi

Menurut Davis
(1991), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini
atau mendatang.
Menurut
Jogiyanto (1999), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari
pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact)
yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut
Mcleod (2001), informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan
saat ini atau mendatang.
Dari penjelasan
mengenai informasi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang berarti bagi si penerima yang dapat menggambarkan suatu
kejadian (event) yang nyata (fact) yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan
saat ini atau mendatang.
Psikologi

Menurut Kartono
(1987) psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku
makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Menurut Basuki
(2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari
perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik,
kognitif, dan emosional.
Menurut Wade dan
Tavris (2008) psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku
dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini
dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Jahja
(2011) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tingkah
laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan. Sedangkan menurut Parnawi (2019) psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan
lingkungannya.
Dari beberapa
pengertian di atas psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku, proses
interaksi dengan lingkungan dan proses mental yang merupakan manifestasi dari
kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.
Kesimpulan
Dari beberapa
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah informasi
mengenai perilaku, proses interaksi, dan proses mental yang merupakan hasil
manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional seseorang
atau individu yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan sehingga menggambarkan
suatu kejadian yang nyata untuk mencapai tujuan yaitu bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Referensi
:
- Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
- Fatta, Hanif A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing
perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
- Gordon B. Davis, Gordon B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen
bagian 1. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.
- Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Prenamedia Group.
- Jogiyanto, H. M., (1999). Analisis dan disain informasi: pendekatan terstruktur teori dan
praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
- Kartono, K. (1987). Kamus psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
- Kusrini. (2007). Strategi
perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
- Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya
manusia. Jakarta : Grasindo.
- Mcleod, Raymond. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
- Nuraida, Ida. (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta : Kanisisus.
- Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
- Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi kesembilan, jilid 1.
Jakarta: Erlangga.