Senin, 04 Juni 2018

IDENTITY FLEXIBILITY


Hasil gambar untuk IDENTITY

Identitas ( Identity )
Identitas adalah suatu ciri ciri atau tanda-tanda yang melekat pada diri seorang individu yang menjadi ciri khasnya. Identitas sering dihubungkan dengan atribut yang disematkan kepada individu yang sebenarnya memiliki sifat majemuk. Contohnya atribut gender (pria atau wanita) yang hadir secara kodrati pada seseorang bisa bergandeng dengan atribut- atribut kodrati lainnya yang tidak bisa ditolak seseorang sejak ia lahir, seperti aga­ma, suku, ras, kasta maupun kebangsaan. Selain identitas atau atribut yang bersifat kodrati (diberikan oleh Tuhan sejak lahir), ia juga bersifat non-kodrati atau bisa dibuat akibat dari usaha seseorang. Cotohnya kelas pendidikan, ekonomi, sosial dan agama. Dua jenis atribut atau lebih bisa melekat pada setiap individu. Seorang Muslim adalah Batak dan pada saat yang sama beridentitas kelas menengah, kelas terdidik, dan sebagainya.
Identitas bisa berdampak positif juga bisa berdampak negatif. Jika identitas tersebut dapat menimbulkan rasa bangga, baik bagi dirinya maupun komunitasnya, maka identitas bernilai positif. Sebaliknya identitas dapat melahirkan masalah manakala ia menjadi alasan untuk berkonflik bahkan berperang. Banyak contoh konflik yang tidak lepas dari persoalan identitas kelompok, seperti konflik suku, ras dan agama yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Konflik suku di Rwanda (suku Hutsi dan Tutsi), konflik agama di India (Muslim-Hindu), di Serbia (Islam dan Katolik), di Palestina (Islam dan Yahudi), di Irak (Sunni dan Syi’ah). Konflik serupa terjadi pula di sejumlah daerah di Indonesia, seperti konflik suku di Kalimantan Barat antara suku Madura dan Dayak, atau konflik bernuansa keyakinan di Ambon antara komunitas Muslim dan Kristen.
Identitas dipahami juga sebagai ungkapan nilai-nilai budaya yang dimiliki suatu komunitas, kelompok, atau bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan kelompok atau bangsa yang lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa ini dikenal secara umum dengan sebutan “identitas nasional.” Identitas yang melekat pada suatu bangsa tidaklah bersifat statis. Identitas adalah sesuatu yang dapat dibentuk oleh suatu individu maupun kelompok.

Flexibility
Sikap fleksibel adalah kemampuan kita untuk dapat menyesuaikan dengan perasaan, pikiran bahkan tindakan dengan keadaan yang berubah-ubah.
Identity flexibility
Di Internet kita sangat bebas menggunakan identitas diri sesuai dengan yang kita inginkan. Artinya kita dapat menjadi seorang yang bukan kita dan sangat berbeda dengan kita pada kehidupan nyata. Kebebasan menggungkapan diri kita pada komunitas virtual juga dapat mengubah identitas gender seperti yang diinginkan. Seorang pria bisa menjadi perempuan begitu juga sebaliknya. Bahakan pria yang kuat perkasa yang terlihat di dunia nyata bisa disebut “laki banget” dalam komunitas virtual dapat berubah menjadi seorang lelaki yang dapat kita presepsikan sebagai laki-laki kemayu karena melihat postingan dalam sosial media seperti foto, status yang ia ciptakan sendiri. Karena ciri-ciri fisik seperti tubuh, jenis kelamin, gender dan usia menjadi fleksibel di dalam dunia maya.
Yang menjadi masalah disini adalah apakah komunitas virtual ini akan menghasilkan orang-orang yang memiliki identitas diri yang ganda ?. apakah dengan adanya komunitas virtual membuat orang-orang lebih banyak berani berkomentar menggunakan sosmednya dibandingkan berbicara langsung. Apakah orang lebih tertarik dengan komunitas virtualnya dibandingakan dengan komunitas organiknya ?. jawaban semua itu adalah ada pada diri kita. Yang perlu kita tahu adalah komunitas virtual ada dan memberikan kesempatan  kepada kita  untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang tidak terbatas waktu jarak dan biaya dengan kesulitan yang lainnya. Dalam komunitas virtual kita tidak boleh semata-mata percaya dengan orang yang baru kita kenal. Di komunitas virtual semua yang ditawarkan dalam komunitas virtual adalah palsu yang mungkin dibuat sesuai yang ingin ditampilkan seseorang di publik.
Penting bagi kita mengetahui bahwa dalam teori penetrasi sosial yang menganalogikan kepribadian manusia seperti bawang yang berlapis-lapis dan dengan seiringnya berjalan waktu dan jumlah kita bertemu tatap muka dan berkomunikasi dan menjalankan hubungan yang semakin intim akan membuka lapisan-lapisan kepribadian seseorang semakin dalam. Hampir dikatakan tidak mungkin hal ini dilakukan pada komunitas virtual yang tidak bertemu dan saling kenal dapat berkomunikasi sangat intim dan mengetahui kepribadian lawan bicara secara  dalam seakan yang diketahui di dalam sosmed atau komunitas virtualnya itu benar semua tentang dia. Bisa saja hal itu hanya dibuat-buat  yang sengaja di konstruksikan di komunitas virtual untuk mendapatkan presepsi yang dia inginkan sesuai dengan harapanya.









Sumber :




Minggu, 13 Mei 2018

ONLINE PERSONALITY


Hasil gambar untuk dunia maya dan nyata

Pengertian Online
Online adalah istilah saat kita sedang terhubung dengan internet atau dunia maya, baik itu terhubung dengan akun media sosial kita, email dan berbagai jenis akun lainnya yang kita pakai atau gunakan lewat internet.

Pengertian Personality
Menurut Kartini dan Dali (2006), kepribadian ialah tingkah laku khas dan sifat seseorang seseorang yang membuatnya berbeda dengan orang lain. Kemudian, kepribadian bisa juga berarti integrasi karakteristik dari pola, minat.

Anonimity
Gambar terkait
Anonymous, adalah suatu keadaan dimana identitas seseorang disembunyikan dari orang lain dalam komunitas tertentu. Misalnya di suatu forum diskusi, mailing-list, blog, dsb.
Biasanya penyembunyian identitas itu dilakukan secara sengaja, namun dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang tidak ingin diketahui identitas aslinya karena ingin dia dianggap sebagai anggota biasa, misalnya jika ketahuan bahwa Pak SBY juga ikut komen di blog ini, tentu akan rame, makanya beliau pake nama tertentu untuk komen di sini.
Atau juga penyembunyian identitas karena ingin forum tersebut hanya memandang diskusinya, bukan siapa yang menulisnya. Banyak forum/milis yang mengijinkan anggotanya tidak diketahui identitasnya, selama kontribusinya memang positif. Misalnya di forum SlashDot.
Namun ada pula forum yang menentang keras anggota yang tidak jelas asal-usulnya. Salah satunya adalah Kampung Gajah. Selama belum diketahui identitas aslinya, yaitu melalui prosesi  perkenalan, maka akan dikenai status Troll. Dan selama itu pula dia akan diabaikan di milis tersebut.
Pro-Kontra penggunaan identintas anonymous juga menjadi perhatian beberapa negara, misalnya China dan beberapa negara lainnya.
Penggunaan status Anonymous di dunia internet ada baiknya, karena ada yang ingin memisahkan kehidupan nyata dan dunia cyber
Namun masalahnya, ada banyak sekali masyarakat yang memanfaatkan status anonymous ini untuk hal yang tidak bertanggung jawab. Misalnya marah-marah, atau komentar provokatip di suatu blog atau website dengan tidak menyertakan identitasnya.





Sumber :
http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-online-dan-offline-secara-lebih-jelas.html
http://www.seputarilmu.com/2015/12/9-pengertian-kepribadian-menurut-para.html
http://www.mahesajenar.com/2007/02/anonymity.html

Senin, 23 April 2018

SEJARAH INTERNET


                    Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (“antar jaringan”).
 Merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
                             Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Sebelum Internet muncul, telah ada beberapa sistem komunikasi yang berbasis digital, salah satunya adalah sistem telegraf yang seringkali dianggap sebagai pendahulu Internet. Sistem ini muncul pada abad ke-19, atau lebih dari seratus tahun sebelum internet digunakan secara meluas pada tahun 1990-an. Teknologi telegraf sendiri berasal dari konsep yang ada bahkan sebelum komputer modern pertama diciptakan, yaitu konsep pengiriman data melalui media elektromagnetik seperti radio atau kabel. Namun teknologi ini masih terbatas karena hanya mampu menghubungkan maksimal dua perangkat.
Di era selanjutnya, ilmuwan seperti Claude Shannon, Harry Nyquist, dan Ralph Hartley, mengembangkan teori transmisi data dan informasi, yang menjadi dasar bagi banyak teori di bidang ini. Perkembangan terjadi antara lain dalam bentuk jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang meningkat. Namun kesulitan masih terjadi karena hubungan antara dua alat komunikasi tersebut harus terjadi secara fisik, misalnya melalui kabel. Sistem seperti ini tentu tidak aman karena dapat dengan mudah diputus khususnya saat terjadi perang.
Pada tahun 1960, J. C. R. Licklider memperkenalkan istilah "Man-Computer Symbiosis" (Simbiosis Komputer-Manusia) dalam karya ilmiahnya. Istilah tersebut ia definisikan sebagai "jaringan komputer yang terkoneksi satu sama lain melalui pita komunikasi lebar yang berfungsi sebagai perpustakaan, dilengkapi dengan teknologi penyimpanan dan pencarian informasi." Licklider bersama seorang ilmuwan lain bernama Welden Clark juga menerbitkan karya lainnya berjudul "On-Line Man-Computer Communication" (Komunikasi Manusia-Mesin Dalam-Jaringan). Dalam karya tersebut, ia menjelaskan tentang bagaimana kehidupan manusia berubah dengan adanya jaringan komputer yang saling terhubung.
Dua tahun kemudian, Licklider mendapatkan tawaran dari Jack Runia untuk bekerja sebagai direktur Information Processing Techniques Office (IPTO), sebuah divisi baru di dalam DARPA. Tujuan dari tim ini adalah untuk membuat jaringan yang menghubungkan tiga komputer utama Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pegunungan Cheyenne, Pentagon, dan SAC HQ. Ia menyetujuinya dan segera membentuk tim yang ia sebut sebagai "Members and Affiliates of the Intergalactic Computer Network" ("Anggota dan Afiliasi Jaringan Komputer Antargalaksi").
Meski akhirnya Licklider keluar dari IPTO pada tahun 1964, visi tentang jaringan universal yang diajukan olehnya berujung pada terciptanya ARPANET lima tahun kemudian, pada tahun 1969. Pada tahun 1973 Licklider kembali memimpin selama dua tahun.
Masalah yang muncul pada perkembangan selanjutnya adalah tentang bagaimana menyatukan jaringan fisik yang terpisah menjadi satu jaringan logis. Pada tahun 1960, Paul Baran menerbitkan sebuah penelitian mengenai sistem jaringan untuk militer Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk dapat bertahan seandainya terjadi perang nuklir. Dengan sistem ini, informasi yang melintas dibagi-bagi dalam bentuk yang lebih kecil, yang disebut sebagai message-block (blok pesan).
Di tempat lain, Donal Davies juga mengembangkan teknologi jaringan yang hampir mirip. Teknologi ini berbasis sebuah sistem yang ia beri nama packet-switching, dengan berbagai kelebihan dibandingkan teknik-teknik sebelumnya, antara lain memiliki utilisasi pita jaringan yang lebih baik dan waktu respon yang lebih cepat dibandingkan sirkuit tradisional. Teori matematis untuk teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Leonard Kleinrock dari MIT.
Riset lanjutan kemudian dilakukan oleh Tommy Krash dan Paul Baran. Didanai oleh militer Amerika Serikat, mereka berusaha memanfaatkan sistem message-block yang ditemukan sebelumnya untuk memecahkan masalah kerentanan struktur pada teknologi sistem jaringan yang ada. Kerentanan ini terjadi akibat struktur routingyang terpusat, sehingga bila rusak seluruh sistem akan Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Sumber : https://bnet.id/sejarah-internet/
               https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet